Dia,
seorang makhluk hidup (insan) yang di ciptakan oleh Tuhan maha pencipta dengan
sempurna di bandingkan makhluk hidup lainnya. Seorang yang sempurna diciptakan
sebagai penghuni hakiki di alam semesta jagat raya fana ini. Dia, yang berfikir
berakal budi pada dasarnya memiliki hati yang lemah. Lemah dalam hati maupun
perasaan. Namun di luar kelemahannya terdapat jiwa yang kuat. Kuat dalam hasrat
teruntuk emosi/ego serta tekad. Dialah manusia, dengan jiwa yang berfikir,
nafsu, sifat, watak,kebutuhan, cita-cita, juga hasratnya adalah benar-benar makhluk
sempurna yang indah diciptakan di bumi secara berpasang pasangan.
Manusia pada dasarnya berperasaan
baik juga indah. disayangi dan dicintai, maupun menyayangi, mencintai, serta
mengasihi adalah suatu hal yang lumrah dalam satu kesatuan yang tidak bisa
dipisahkan bagi cinta kasih yang sebenarnya (murni). Dalam konteks besar cinta
yang sebenarnya bukanlah merupakan suatu hal yang asing lagi, namun hal
tersebut adalah langka. Langka karna makna cinta sendiri banyak dipadu padankan
dengan suatu kebohongan dan penghianatan.
Cinta merupakan hasrat serta
kebahagiaan teramat besar, dilakukan oleh manusia sebagai pemeran utama yang mengambil
andil dan berkontribusi sangat dominan dibandingkan hal-hal keduniaan lainnya.
Karnanya suatu kebahagiaan menjadi sempurna walau kenyataannya sederhana.
Karnanya suatu ketenangan terealisasikan teramat dahsyat melebihi apapun walau kenyataannya sedang tersayat.
Darinya suatu ketenangan, tanpa di sadari membuat sang pemeran utama menjadi
seseorang yang benar-benar hebat. Karna bagi manusia yang dirundung armada cinta
tujuan utama hidupnya adalah melindungi dan menjaga. Serta mengasihi dan
menyayangi adalah wajib baginya.
Cinta dan kasih adalah naluri yang
di anugrahkan dari Tuhan sejak lahir. Tentunya Tuhan yang maha segalanya
menciptakan naluri atau perasaan cinta kasih ini bukanlah kesia-siaan melainkan
semuanya di ciptakan dengan maksud dan tujuan tertentu berdasarkan nikmat bagi
makhlukNya. Karena sesama manusia yang saling mengasihi akan timbul suatu
ketentraman dan kenyamanan bagi makhluk juga lingkungan di sekitarnya. Cinta
kasih sendiri bukanlah merupakan perasaan suka atau hasrat untuk memiliki.
melainkan rasa untuk menghargai, ikhlas, percaya, setia, berbalutkan
pengorbanan, tanpa paksaan serta pamrih. Darinya kedamaian dibumi yang hakiki
tercipta.
Cinta
dan kasih adalah kunci dari tiap-tiap keadaan yang baik dalam kehidupan
manusia. Namun
layaknya hidup di dunia, segala sesuatunya tentu terdapat hal yang berbalikan.
Panas dingin, sedikit banyak, benar salah, kaya miskin, tua muda, suka duka,
tangis tawa, dan masih banyak lagi. Maka cinta kasih yang di ukir manusia pun
suatu kebahagiaan terbesar juga merupakan kesengsaraan teramat besar bagi yang kurang dapat
mengelola dengan baik atau
mempertahankan cintanya. Kesengsaraan, biasanya ditimbulkan dari suatu hasrat
dimana yang disayanginya telah berpaling. Sebenarnya keadaan tersebut bukanlah
yang terdahulu, melainkan kejenuhan sebagai perihal terdasar. Bagi insan yang
lebih bisa memaknai dan menghargai cinta lebih dalam cenderung pernah merasakan
kesengsaraan dari pada cinta. Bermula dari suatu kesetiaan yang dalam kepada
seseorang yang salah. Karna pemikiran sadarnya seseorang yang salah itu adalah
istilah “biasa”. Dengan biasanya ia
berkata dusta, berbohong dalam konteks yang luas demi kepuasan hasratnya. Bagi
dia yang tulus, hal tersebut sangatlah menyakitkan. karna dalam benaknya
hatinya adalah berharga, melebihi suatu apapun merasa telah di permainkan
dengan mudahnya (tidak manusiawi).
Cinta
itu bermacam-macam, namun kasih merupakan
suatu ungkapan yang berasal dari dalam hati seseorang. Kembali lagi bersama
ketulusan dari dalam diri untuk saling berbagi. Rasa kasih sayang, perhatian,
dan cinta, tertuang dalam satu kata, yaitu "kasih". Sebenarnya kasih juga
tidak terlalu jauh bebeda dengan cinta, cinta merupakan suatu perasaan
"sangat" menyayangi dan tidak mau mengenal apa arti
"kehilangan". Sedangkan kasih merupakan suatu luapan perasaan
simpati, empati, (ikut merasakan apa yang dirasakan orang lain). karna sekali
lagi kasih merupakan suatu ketulusan. Hal ini tidak memandang siapapun, yang
menunjukkan bagaimana cara untuk membahagiakan orang lain atau bagaimana cara
membagi kebahagiaan yang dimiliki.
cinta dan kasih adalah sebagai kemudi dalam bahtera
kehidupan di bumi. Begitu
banyak makna serta perkara yang menghiasi kehidupan ini. Sebagai manusia yang sempurna, berakal dan beriman dibandingkan
dengan makhluk lainnya tentu tidak terlepas dari suatu kekurangan. Karena
kekhilafan atau pengetahuan yang terbatas. serta jika di bandingkan dengan
Tuhan yang maha mengetahui, memberi dan menyayangi tentu kita bukanlah apa-apa. Haruslah sebagai manusia yang benar-benar
berakal, berperasaan dan beriman yang di anugrahkan cinta dan kasih oleh Tuhan dapat
lebih menghargai kehadirannya. Lebih bisa menjaga hatinya untuk tidak diberikan
sepenuhnya pada seseorang yang salah agar bisa lebih menghargai dirinya sendiri.
Sebagai wujud kebersyukuran terdalam seorang manusia yang diberikan nikmat
paling banyak olehNya yang maha pencipta.