Mungkin masih asing dengan kata "Netiquette". Kata ini sebenarnya masih berhubungan internet. Karena arti dari Netiquette adalah etika dalam menggunakan internet.
Internet yang merupaka sebuah kumpulan komunitas, diperlukan aturan yang akan menjadi acuan orang-orang sebagai pengguna Internet, dimana aturan ini menyangkut batasan dan cara yang terbaik dalam memanfaatkan fasilitas Internet.
Sebenarnya Nettiquette in adalah hal yang umum dan biasa, sama hal nya dengan aturan-aturan biasa ketika kita memasuki komunitas umum dimana informasi sangat banyak dan terbuka. Tetapi ada beberapa aturan yang ada pada Nettiquete ini, yaitu:
1. Amankan dulu diri anda, maksudnya adalah amankan semua properti anda, dapat dimulai dari mengamankan komputer anda, dengan memasang anti virus atau personal firewall
2. Jangan terlalu mudah percaya dengan Internet, sehingga anda dengan mudah mengunggah data pribadi anda. dan anda harus betul-betul yakin bahwa alamat URL yang anda tuju telah dijamin keamanannya.
3. Hargai pengguna lain di internet, caranya sederhana yaitu :
- jangan biasakan menggunakan informasi secara sembarangan, misalnya plagiat.
- jangan berusaha untuk mengambil keuntungan secara ilegal dari Internet, misalkan melakukan kejahatan pencurian no kartu kredit
- jangan berusaha mengganggu privasi orang lain, dengan mencoba mencuri informasi yang sebenarnya terbatas.
- jangan menggunakan huruf kapital terlalu banyak, karena menyerupai kegiatan teriak-teriak pada komunitas sesungguhnya.
- jangan flamming (memanas-manasi), trolling (keluar dari topik pembicaraan) ataupun junking (memasang post yang tidak berguna) saat berforum.
Selain memiliki aturan, netiquette memiliki fungsi dan manfaat. Diantaranya adalah netiquette berfungsi sebagai seperangkat pedoman umum yang dapat membuat komunikasi internet yang berguna dan sipil. Misalnya, mengirimkan puluhan surat berantai email ke teman mungkin tampak seperti pengalihan menyenangkan, tetapi dapat menjadi jengkel ke orang yang menerima mereka. Mengirim volume besar email impersonal atau pesan lain kepada orang lain dikenal sebagai “spam” dan sering disukai. Ada aturan umum tertentu, seperti mengirim “spam,” yang umumnya dianggap etiket buruk di Internet, namun komunitas online tertentu mungkin memiliki budaya mereka sendiri dan standar netiket.
Dan manfaat yang di dapat dari netiquette adalah dapat mencegah orang dari mengirimkan komunikasi perlu yang dapat membuang-buang waktu orang lain. Hal ini juga dapat mencegah orang dari posting konten yang tidak patut atau jelek di Internet. Misalnya, teks ditulis dalam huruf kapital bisa sulit untuk membaca dan mengetik dalam huruf kapital sering dianggap “berteriak” dalam komunikasi online dan disukai di komunitas internet banyak.
A. Flaming
FLAMING adalah tindakan provokasi, mengejek, ataupun penghinaan yang menyinggung user lainnya atau berarti memanas-manasi keadaan suatu tempat sehingga terjadi perdebatan.
B. Trolling
Trolling diartikan sebagai kegiatan memposting tulisan atau pesan menghasut dan seringkali tidak relevan dengan topik yang dibicarakan di komunitas online seperti forum, chatting, blog, atau juga social network. Tujuan dari trolling ini adalah memprovokasi dan memancing emosi para pengguna internet lainnya. Dalam dunia internet, pelaku trolling ini disebut troller.
C. Junking
JUNK adalah kata kata yang tidak berguna untuk dipost. Apalagi niatnya cuma buat nambahin jumlah post. Contoh kata-kata JUNK :
- Troopers A : bla bla bla
- Troopers B : ga tau
- Troopers C : ??????
- Troopers D : thanks untuk info < Contoh Bukan junk >
Sumber:
http://innayabunga.blogspot.com/2012/11/netiquette.html
http://indo.createmybb3.com/thread-64.html
Posted by
Unknown
Chatting
adalah suatu feature / program dalam jaringan Internet untuk berkomunikasi dan
bersosialisasi langsung sesama pemakai Internet yang sedang online (yang sedang
sama - sama menggunakan Internet). Komunikasi bisa berupa teks (text chat) atau
suara (voice chat). Anda dapat mengirim pesan dengan teks atau suara kepada
orang lain yang sedang online, kemudian orang yang dituju membalas pesan Anda
dengan teks atau suara, demikian seterusnya, itulah proses terjadinya
sosialisasi Chatting.
Chatting
tidak hanya populer pada kalangan remaja saja namun sekarang ini, sudah
merambah kalangan dewasa bahkan orang tua sekalipun. Dengan chatting, kita
bebas mengobrol apa saja mulai dari pekerjaan kantor, persahabatan, pelajaran
sekolah, mata kuliah, percintaan dan perjodohan, sampai dengan hal bersifat
pribadi sekali pun. Dengan bebasnya kadang - kadang membuat chatter - chatter
kebablasan tanpa kontrol yang mungkin dapat membuat chatter lainnya marah dan
tersinggung, dengan kata lain para pengguna Chatting (Chatter) melanggar arti
Netiqutte. Walaupun pada saat chatting, tidak terjadi tatap muka secara
langsung, namun hal itu seharusnya tidak membuat para chatter meninggalkan
etika (Netiqutte) ketimuran seperti dalam pergaulan pada umumnya.
Sehubungan
dengan etika dalam chatting, sudah banyak artikel di blog - blog, situs - situs,
atau media lainnya yang mengulasnya, namun tidak ada salahnya untuk
mengingatkan kembali akan pentingnya hal tersebut, maka pada tips dan trik
internet kali ini akan memberikan tips - tips dan etika yang ada hubungannya
dengan chatting.
Sebenarnya
kita semua sudah sepakat dan mengetahui etika chatting (walau pun tidak
disebutkan secara tertulis), namun kita belum menyadari sepenuhnya untuk
mempraktekkannya dengan benar. Nah, etika (Netiqutte) chatting tersebut antara
lain, di bawah ini;
a) Harus
Sopan, siapa pun teman atau partner chatting kita, mengenalnya atau tidak,
jangan sampai kita memperlakukan teman chatting dengan tidak sopan, seperti
mengetikkan kata - kata porno atau kata - kata yang kasar (S.A.R.A) atau tidak
pantas lainnya.
b) Jangan
memaksakan kehendak, apapun alasan teman chatting sehingga dia tidak mau
melayani percakapan dengan kita, kita harus menghormatinya dan tidak boleh
memaksanya .ntuk menjawab atau meladeni percakapan kita.
c) Harus
Jujur, usahakan untuk menuliskan sesuatu apa pun dengan jujur (kecuali untuk
hal-hal yang menyangkut privasi/ pribadi), karena hal ini akan membuat teman
chatting kita percaya dan menghargai kita. Yakinlah bahwa sejelek atau seburuk
apa pun, jika kita mengatakannya dengan jujur, orang lain akan menghargai kita
dengan baik dan mengangkat topi untuk itu. Sebagaimana sering kita jumpai
(bahkan saya sendiri) adalah sulit untuk mengatakan apa adanya, seperti umur,
status, atau perkerjaan.
d) Jangan
suka mengganggu dan iseng, walaupun teman chatting keliatan online, belum tentu
dia mempunyai waktu untuk melakukan chatting dengan kita, siapa tahu dia
mempunyai pekerjaan yang memerlukan konsentrasi. Jika demikian, kita tidak
boleh mengganggunya atau mengisenginya dengan mengetikkan “BUZZ” terus menerus.
e) Jangan
pernah membawa Suku, Agama, Ras dan Antar Kelompok (S.A.RA) karena hal ini
sangat sensitif yang dapat memicu perselisihan dan yakinlah hal ini tidak akan
memberi manfaat apa-apa bagi kedua belah pihak.
f) Ucapkan
salam, tidak ada buruknya jika ucapan salam diterapkan pada saat chatting yang
justru dapat menambah suasana keakraban atau sopan. Pada setiap perjumpaan kita
bisa mengetikkan “selamat siang, halo, hi, atau senang bertemu Anda kembali”,
atau jika ingin mengakirinya, bisa mengetikkan selamat tinggal, bye, atau
sampai ketemu lagi.
g) Jangan
menuliskan dengan HURUF BESAR (Kapital) karena hal ini mengandung arti teriakan
ataupun sehingga dapat membuat partner chatting marah atau tersinggung.
h) Aktifkan
status offline (Log Out), hal ini dapat menjadi alternatif jika Anda sedang
sibuk dan tidak ingin “diganggu” chatter lain, dan ini sah-sah saja.
i)
Jangan terlalu banyak membuka dialog
pada saat yang bersamaan, jika Anda tidak ingin dikatakan tidak serius oleh
teman chatting Anda, karena harus melayani banyak dialog dengan yang lain.
Selain itu, jika sembari menyelesaikan tugas pekerjaan, maka akan sangat
mengganggu kelancaran pekerjaan Anda tersebut.
j)
Jangan lupa minta izin kepada partner
chatting, pada saat kita ingin meninggalkan komputer, siapa tahu dia sedang
menunggu jawaban dari kita.
k) Jika
Anda salah masuk (Room) dengan tema yang tidak Anda sukai, jangan sekali-sekali
membelokkan tema obrolan sesuai keinginan Anda, kecuali Anda sudah mendapat
mandat dari chatter lainnya. Atau lebih baik Anda keluar dari room tersebut.
l)
Selain etika (Netiqutte) chatting yang
telah disebutkan di atas, ada tips chatting lain yang mungkin perlu kita
ketahui adalah, antara lain seperti di bawah ini. Gunakanlah nickname yang baik
dan sopan. Jangan menggunakan nama asli sebagai nickname Anda.
m) Jangan
pernah memberikan alamat dan nomor telepon kepada chatter yang belum Anda kenal
sama sekali.
n) Jika
Anda menggunakan webcam (Kamera Video), jangan sembarangan memberi izin kepada
chatter yang tidak Anda kenal.
o) Jika
ingin memview webcam dari partner chatter, harus meminta izin dengan baik-baik
kepadanya, kalau pun tidak diizinkan Anda harus menghormatinya.
p) Jika
harus melakukan copy darat (Ketemu), pastikan Anda tidak sendirian, hal ini
untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
q) Jangan
pernah melayani chatter yang menggunakan kata-kata kasar atau tidak sopan.
Chatting
adalah media komunikasi dan bersosialisasi lewat teks, suara bahkan gambar
melalui media internet, hanya saja dipisahkan oleh tempat. Chatting bias melalui
Yahoo Messenger (YM), Mirc, dan lain-lain.
Siapa
yang tak kenal chatting terutama dikalangan remaja, begitu digandrungi selain
situs jejaring sosial semacam Friendster (FS), Facebook (FB) dan situs jejaring
sosial lainnya, fenomena ini begitu memberi dampak bagi remaja baik secara
langsung atau tidak, bagi kalangan orang tua media – media seperti ini kurang
begitu familiar akan media internet yang menyediakan menu atau konten. Internet
merupakan sungguh dasyat sekali pengaruhnya bagi para remaja, maka dari itu
kita sebagai orang tua harus bisa memberikan arahan dan ketentuan dalam pemakaian
internet bagi putra – putri kita, baik dirumah atau diluar rumah. Kecenderungan
anak usia remaja yang ingin tahu akan hal – hal yang belum dijumpai dalam
kehidupan sehari – hari. Misalnya pornografi dan sejenisnya.
Di
bawah ini adalah dampak dari media chatting adalah sebagai berikut :
a) Memberikan
kepuasan dikala anak (Remaja) merasa bosan dengan rutinitas dirumah, karena
bisa bertegur sapa dan bercanda dengan teman baru nya di dunia maya. Untuk melatih
keorganisasian, seorang anak tidak hanya harus bersosialisasi di dunia nyata,
tapi di dunia maya pun seperti ituh.
b) Memberikan
pengaruh pada kepribadian anak, karena cenderung mengikuti pola atau karakter
lawan chatting nya. Kepribadian anak tidak hanya di pengaruhi oleh lingkungan
dalam (Keluarga dan Sahabat) dan Lingkungan Luar (Dunia Maya).
c) Awal
kali para chatter ini menganggap chatt adalah hal iseng, tapi seiring dengan
berjalannya waktu akan memberikan rasa kecanduan, yang pada ujungnya lupa waktu
akan tugas nya sehari-hari. Kejadian seperti ini dapat mudah di temukan di para
remaja saat ini yang menggandrungi Internet, khususnya Chatting.
d) Membayakan
dirinya sendiri, mayoritas pechatter, akan merasa penasaran dengan lawan
chatting nya yang berujung pada tukar no hp atau rumah dan kopi darat atau
bertemu di dunia nyata. Hal inilah yang kebanyakan dimanfaatkan oleh orang
hidung belang / pelaku pedofilia untuk mencari korbannya. Maka kita sebagai
orang tua harus bisa mengawasi anak kita dari bahaya ini.
e) Media
ini rentan dan membahayakan karena sekarang ini media chatting sudah sangat
canggih, dengan adanya chatting lewat Handphone yang ditawarkan oleh operator
seluler baru. Baru ini, penulis pernah menjumpai banyak dikalangan pelajar,
yang dikala pelajaran tidak fokus dengan pelajarannya malah berasyik-masyuk
chatting lewat hp.
Pencegahan
dampak chatting adalah sebagai berikut :
Berikan
pengertian pada akan mengenai penggunaan dan berapa lama pemakaian internet. Usahakan
untuk mencari lawan chatting yang seusia nya, sekarang ini beberapa handphone
sudah bisa digunakan untuk chatting, sebagai orang tua di minta harus menyita
handphone dikala waktu tidur, karena kebanyakan anak mencuri – curi waktu untuk
chatting tanpa sepengetahuan kita dikala jam tidur. dengan demikian esok pagi
anak kita dapat berangkat dan mengikuti pelajaran di sekolah dengan Fresh.
Awasi
dan ikutilah bilamana anak anda mau ke warnet, berikan pengertian agar apa yang
dicari sesuai tujuan, kebanyakan anak sekolah bila di warnet sedirian atau
bersama teman – teman nya membuka situs porno atau hentai (kartun porno).
Berangkat
dari itu semua kami menyampaikan harapannya semoga kita sebagai orang tua bisa
memberi rasa aman dari pengaruh chatting dan penyalahgunaan nya. Tidak semua
pengaruh chatting memberikan dampak yang buruk bagi kita dan anak – anak kita
bilaman kita bisa memanfaatkan teknologi itu sebaik-baiknya dan bisa membawa
diri dalam pemanfaatan media itu, baik untuk bekerja atau mencari relasi atau
teman bisnis baru
Sumber:
http://shahnezroza.blogspot.com/2012/10/pengertian-chatting.html
Category:
0
comments
Posted by
Unknown
Serach Engine merupakan salah satu fasilitas internet yang
dijalankan melalui browser untuk mencari informasi yang kita inginkan.
Pengertian lainnya yaitu program komputer yang dirancang untuk melakukan
pencarian atas berkas-berkas yang tersimpan dalam layanan www, ftp,
publikasi milis, ataupun news group dalam sejumlah komputer peladen
dalam suatu jaringan. Search Engine
menampung database situs-situs dari seluruh dunia. Hasil pencarian umumnya
ditampilkan dalam bentuk daftar yang seringkali diurutkan menurut tingkat
akurasi ataupun rasio pengunjung atas suatu berkas yang disebut sebagai hit.
Sebagian besar mesin pencai ini dijalankan oleh perusahaan swasta yang
menggunakan Algoritma kepemilikan dan basisdata tertutup.
Contoh Search Engine :
- Yahoo
- Bing
Serach Engine merupakan salah satu fasilitas internet yang
dijalankan melalui browser untuk mencari informasi yang kita inginkan.
Pengertian lainnya yaitu program komputer yang dirancang untuk melakukan
pencarian atas berkas-berkas yang tersimpan dalam layanan www, ftp,
publikasi milis, ataupun news group dalam sejumlah komputer peladen
dalam suatu jaringan. Search Engine
menampung database situs-situs dari seluruh dunia. Hasil pencarian umumnya
ditampilkan dalam bentuk daftar yang seringkali diurutkan menurut tingkat
akurasi ataupun rasio pengunjung atas suatu berkas yang disebut sebagai hit.
Sebagian besar mesin pencai ini dijalankan oleh perusahaan swasta yang
menggunakan Algoritma kepemilikan dan basisdata tertutup.
Serach Engine merupakan salah satu fasilitas internet yang
dijalankan melalui browser untuk mencari informasi yang kita inginkan.
Pengertian lainnya yaitu program komputer yang dirancang untuk melakukan
pencarian atas berkas-berkas yang tersimpan dalam layanan www, ftp,
publikasi milis, ataupun news group dalam sejumlah komputer peladen
dalam suatu jaringan. Search Engine
menampung database situs-situs dari seluruh dunia. Hasil pencarian umumnya
ditampilkan dalam bentuk daftar yang seringkali diurutkan menurut tingkat
akurasi ataupun rasio pengunjung atas suatu berkas yang disebut sebagai hit.
Sebagian besar mesin pencai ini dijalankan oleh perusahaan swasta yang
menggunakan Algoritma kepemilikan dan basisdata tertutup.
Sumber :
http://kang-hendar.blogspot.com/2013/02/pengenalan-tentang-search-engine.html
Category:
0
comments
Posted by
Unknown
World Wide Web (biasa disingkat WWW) adalah suatu ruang informasi yang
yang dipakai oleh pengenal global untuk mengidentifikasi sumber-sumber
daya yang berguna. WWW sering dianggap sama dengan internet secara
keseluruhan, walaupun sebenarnya ia hanyalah bagian daripada internet.
WWW merupakan kumpulan server web dari seluruh dunia yang mempunyai kegunaan untuk menyediakan data dan informasi untuk dapat digunakan bersama. WWW adalah bagian yang paling menarik dari Internet. Melalui web, para pengguna dapat mengakses informasi-informasi yang tidak hanya berupa teks tetapi bisa juga berupa gambar, suara, video dan animasi.
Kegunaan ini tergolong masih baru dibandingkan surat elektronik, sebenarnya WWW merupakan kumpulan dokumen yang tersimpan di server web, dan tersebar di lima benua termasuk Indonesia yang terhubung menjadi satu melalui jaringan internet. Dokumen-dokumen informasi ini disimpan atau dibuat dengan format HTML (Hypertext Markup Language).
Suatu halaman dokumen informasi dapat terdiri atas teks yang saling terkait dengan teks lainnya atau bahkan dengan dokumen lain. Keterkaitan halaman lewat teks ini disebut hyperlink. Dokumen infomasi ini tidak hanya terdiri dari teks tetapi dapat juga berupa gambar, mengandung suara bahkan klip video. Kaitan antar-dokumen yang seperti itu biasa disebut hipermedia.
Jadi dapat disimpulkan bahwa WWW adalah sekelompok dokumen multimedia yang saling bertautan dengan menggunakan tautan hiperteks atau hyperlink. Dengan mengeklik hyperlink, maka para pengguna bisa berpindah dari satu dokumen ke dokumen lainnya.
Fungsi WWW adalah menyediakan data dan informasi untuk dapat digunakan bersama. Hal ini senada dengan pengertian www yang telah disebutkan di atas. Dengan demikian, salah satu fungsi www di internet menawarkan berbagai kecanggihan dan kemudahan pemakai intenet mendapatkan dan menampilan informasi dimana saja di internet secara mudah dan cepat.
Sumber :
http://www.feriantano.com/2013/08/pengertian-sejarah-dan-fungsi-dari-world-wide-web-www.html
WWW merupakan kumpulan server web dari seluruh dunia yang mempunyai kegunaan untuk menyediakan data dan informasi untuk dapat digunakan bersama. WWW adalah bagian yang paling menarik dari Internet. Melalui web, para pengguna dapat mengakses informasi-informasi yang tidak hanya berupa teks tetapi bisa juga berupa gambar, suara, video dan animasi.
Kegunaan ini tergolong masih baru dibandingkan surat elektronik, sebenarnya WWW merupakan kumpulan dokumen yang tersimpan di server web, dan tersebar di lima benua termasuk Indonesia yang terhubung menjadi satu melalui jaringan internet. Dokumen-dokumen informasi ini disimpan atau dibuat dengan format HTML (Hypertext Markup Language).
Suatu halaman dokumen informasi dapat terdiri atas teks yang saling terkait dengan teks lainnya atau bahkan dengan dokumen lain. Keterkaitan halaman lewat teks ini disebut hyperlink. Dokumen infomasi ini tidak hanya terdiri dari teks tetapi dapat juga berupa gambar, mengandung suara bahkan klip video. Kaitan antar-dokumen yang seperti itu biasa disebut hipermedia.
Jadi dapat disimpulkan bahwa WWW adalah sekelompok dokumen multimedia yang saling bertautan dengan menggunakan tautan hiperteks atau hyperlink. Dengan mengeklik hyperlink, maka para pengguna bisa berpindah dari satu dokumen ke dokumen lainnya.
Fungsi WWW adalah menyediakan data dan informasi untuk dapat digunakan bersama. Hal ini senada dengan pengertian www yang telah disebutkan di atas. Dengan demikian, salah satu fungsi www di internet menawarkan berbagai kecanggihan dan kemudahan pemakai intenet mendapatkan dan menampilan informasi dimana saja di internet secara mudah dan cepat.
Sumber :
http://www.feriantano.com/2013/08/pengertian-sejarah-dan-fungsi-dari-world-wide-web-www.html
Category:
0
comments
Posted by
Unknown
ISP (Internet Service Provider) adalah perusahaan atau badan
usaha yang menjual koneksi internet atau sejenisnya kepada pelanggan.
ISP awalnya sangat identik dengan jaringan telepon, karena dulu ISP
menjual koneksi atau access internet melalui jaringan telepon. Seperti
salah satunya adalah telkomnet instant dari Telkom.
Sekarang, dengan perkembangan teknologi ISP itu berkembang tidak hanya dengan menggunakan jaringan telepon tapi juga menggunakan teknologi seperti fiber optic dan wireless. Di Bali, denpasar pada khususnya ISP dengan teknologi wireless paling banyak tumbuh.
Karena teknologi ini “paling murah”. Tidak perlu membangun jaringan kabel, mudah dipindahkan, tidak ada biaya ijin dan lain-lain. Lalu gimana sebenarnya kerja internet dengan adanya ISP ini? ISP terkoneksi satu sama lain dalam Internet Exchange, interkoneksi. Sebagian besar ISP memerlukan upstream. ISP yang tidak memiliki upstream disebut Tier1, tier1 hanya memiliki pelanggan dan interkoneksi.
* B. Pilihan Hubungan ISP
Biasanya, ISP menerapkan biaya bulanan kepada pelanggan. Hubungan ini biasanya dibagi menjadi dua kategori, yaitu :
1. Dial-up (”kabel”)
Hubungan dial-up sekarang ini banyak ditawarkan secara gratis atau dengan harga murah dan membutuhkan penggunaan kabel telepon biasa.
2. Jalur lebar (Broadband)
Hubungan jalur lebar dapat berupa non-kabel, Internet satelit. Broadband dibanding modem memiliki kecepatan yang jauh lebih cepat dan selalu “on”, namun lebih mahal
Media koneksi Internet service provider
C. Media koneksi
Seperti yang sudah kita bahas minggu lalu bahwa untuk bisa melakukan koneksi ke suatu jaringan maka kita perlu suatu media perantara. Media koneksi yang paling umum digunakan oleh ISP adalah menggunakan :
1. Wire Kabel.
Kabel telepon, kabel coaxial, kabel fiber optic, kabel listrik, kabel UTP, pokoknya kabel.
2. Wireless
Tidak menggunakan banyak kabel. Kabel tetap digunakan namun sebagian besar jalur koneksi menggunakan frekuensi. Biasanya menggunakan frekuensi yang dibebaskan penggunaannya di suatu Negara. Di Indonesia frekuensi yang bebas digunakan adalah frekuensi 2,4Ghz. Jadi dari pelanggan akan menggunakan radio wireless dengan frekuensi 2,4Ghz untuk berhubungan dengan ISP mereka.
Sumber :
http://www.mohanlink.com/2008/10/4-artikel-tentang-isp_18.html
Sekarang, dengan perkembangan teknologi ISP itu berkembang tidak hanya dengan menggunakan jaringan telepon tapi juga menggunakan teknologi seperti fiber optic dan wireless. Di Bali, denpasar pada khususnya ISP dengan teknologi wireless paling banyak tumbuh.
Karena teknologi ini “paling murah”. Tidak perlu membangun jaringan kabel, mudah dipindahkan, tidak ada biaya ijin dan lain-lain. Lalu gimana sebenarnya kerja internet dengan adanya ISP ini? ISP terkoneksi satu sama lain dalam Internet Exchange, interkoneksi. Sebagian besar ISP memerlukan upstream. ISP yang tidak memiliki upstream disebut Tier1, tier1 hanya memiliki pelanggan dan interkoneksi.
* B. Pilihan Hubungan ISP
Biasanya, ISP menerapkan biaya bulanan kepada pelanggan. Hubungan ini biasanya dibagi menjadi dua kategori, yaitu :
1. Dial-up (”kabel”)
Hubungan dial-up sekarang ini banyak ditawarkan secara gratis atau dengan harga murah dan membutuhkan penggunaan kabel telepon biasa.
2. Jalur lebar (Broadband)
Hubungan jalur lebar dapat berupa non-kabel, Internet satelit. Broadband dibanding modem memiliki kecepatan yang jauh lebih cepat dan selalu “on”, namun lebih mahal
Media koneksi Internet service provider
C. Media koneksi
Seperti yang sudah kita bahas minggu lalu bahwa untuk bisa melakukan koneksi ke suatu jaringan maka kita perlu suatu media perantara. Media koneksi yang paling umum digunakan oleh ISP adalah menggunakan :
1. Wire Kabel.
Kabel telepon, kabel coaxial, kabel fiber optic, kabel listrik, kabel UTP, pokoknya kabel.
2. Wireless
Tidak menggunakan banyak kabel. Kabel tetap digunakan namun sebagian besar jalur koneksi menggunakan frekuensi. Biasanya menggunakan frekuensi yang dibebaskan penggunaannya di suatu Negara. Di Indonesia frekuensi yang bebas digunakan adalah frekuensi 2,4Ghz. Jadi dari pelanggan akan menggunakan radio wireless dengan frekuensi 2,4Ghz untuk berhubungan dengan ISP mereka.
Sumber :
http://www.mohanlink.com/2008/10/4-artikel-tentang-isp_18.html
Category:
0
comments
Posted by
Unknown
Internet pertama kali dikembangkan pada
tahun 1969 oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat melalui sebuah
proyek yang disebut ARPANET (Advanced Research Project Agency Network).
Pada awalnya internet digunakan untuk kepentingan militer pertahanan AS
dalam mencegah masalah komunikasi antar kelompok dalam jarak jauh dengan
menggunakan jaringan telepon. Pada saat itu telah banyak dibuat
jaringan komputer yang disebar dan dihubungkan pada daerah-daerah vital
dan manfaat internet ini juga untuk mengantisipasi bila terjadinya
serangan nuklir.
Di tahun 1970, sudah lebih dari 10
komputer yang telah berhasil dihubungkan sehingga mereka dapat saling
berkomunikasi dan membentuk sebuah jaringan. Lalu pada tahun 1972, Roy
Tomlinson berhasil menyempurnakan program e-mail yang dia ciptakan untuk
ARPANET. Program e-mail ini begitu mudah sehingga langsung menjadi
populer saat itu. Lalu icon @ juga diperkenalkan di tahun yang sama
sebagai lambang penting yang menunjukan “at” atau “pada”. Di tahun 1973,
jaringan ARPANET mulai dikembangkan ke luar dari Amerika Serikat dan
komputer University College di London menjadi komputer pertama yang ada
di luar Amerika yang menjadi anggota jaringan Arpanet. Dua ahli
komputer, Vinton Cerf dan Bob Kahn mempresentasikan sebuah gagasan yang
lebih besar, yang menjadi cikal bakal sejarah internet dan pertama
kalinya di presentasikan di Universitas Sussex.
Kemudian pada tanggal 26 Maret 1976,
menjadi hari bersejarah ketika Ratu Inggris berhasil mengirimkan e-mail
dari Royal Signals and Radar Establishment di Malvern. Setahun kemudian,
sudah lebih dari 100 komputer yang bergabung dengan ARPANET dan
membentuk sebuah jaringan atau network. Pada tahun 1979, Tom Truscott,
Jim Ellis dan Steve Bellovin menciptakan newsgroup pertama yang diberi
nama USENET. Lalu pada tahun 1981 France Telecom menciptakan gebrakan
dengan meluncurkan telepon televisi pertama, untuk memudahkan
orang-orang saling menelepon sambil berhubungan dengan video link.
Kemudian pada tahun 1990 merupakan tahun
paling bersejarah, ketika Tim Berners Lee menemukan program editor dan
browser yang dapat menjelajah antara satu komputer dengan komputer lain,
yang membentuk jaringan itu. Program inilah yang akhirnya diberi nama
www atau Worl Wide Web. Pada tahun 1992, komputer yang saling tersambung
membentuk jaringan sudah lebih dari sejuta komputer dan muncul istilah
baru, yaitu surfing the internet. Dan pada tahun 1994, situs internet
sudah tumbuh menjadi 3000 alamat halaman, serta untuk pertama kalinya
virtual-shopping atau e-retail muncul di internet.
Sumber :
http://www.eswete.com/sejarah-internet.html
Category:
0
comments
Posted by
Unknown
Plagiarisme atau sering disebut plagiat adalah penjiplakan atau pengambilan karangan, pendapat, dan sebagainya dari orang lain dan menjadikannya seolah karangan dan pendapat sendiri.[1] Plagiat dapat dianggap sebagai tindak pidana karena mencuri hak cipta orang lain. Di dunia pendidikan, pelaku plagiarisme dapat mendapat hukuman berat seperti dikeluarkan dari sekolah/universitas. Pelaku plagiat disebut sebagai plagiator.
Satu tradisi di dalam dunia
kemahasiswaan yang tidak bisa atau bahkan sangat tidak mungkin untuk
ditinggalkan oleh mahasiswa adalah menulis. Dari kegiatan ini, mahasiswa
akan menghasilkan karya yang secara umum disebut tulisan. Dalam bentuk
formal, tulisan itu berupa usulan kegiatan, laporan kerja/praktikum,
tulisan ilmiah dalam jurnal, skripsi (khusus untuk mahasiswa S1), tesis
(S2) dan disertasi (S3). Dalam bentuk informal, tulisan dapat berupa
cerita pendek, cerita bersambung, karangan fiksi atau tulisan ilmiah
populer yang dipublikasikan pada majalah dinding, buletin mahasiswa atau
terbitan berkala.
Tulisan merupakan wujud gagasan/ide dan
pada dasarnya dapat disamakan dengan karya lainnya seperti patung,
lukisan atau rekaman. Apabila dibandingkan dengan karya yang disebut
terakhir ini, tulisan memiliki kelebihan. Gagasan dapat dituangkan di
atas kertas, disimpan untuk digunakan lagi pada kemudian hari,
digandakan sesuai dengan keinginan, dan disebarluaskan kepada khalayak
yang tempat tinggalnya relatif jauh dari penggagas; misalnya melalui
selebaran, brosur, atau e-mail. Dengan kata lain, gagasan dapat
diwujudkan dengan ongkos relatif murah, disimpan dalam jangka waktu
relatif lama dan tidak mudah rusak, serta disebarluaskan dengan relatif
mudah. Selain itu, gagasan dapat menggambarkan dengan mudah hal-hal yang
dikehendaki penggagas dan mempengaruhi pikiran orang lain dengan
seketika.
Kelebihan tersebut sangat menguntungkan.
Mahasiswa yang menjalankan tradisi menulis dan mempublikasikannya
secara teratur, akan dikenal dan dihargai orang. Untuk tulisan informal,
mahasiswa bahkan mendapat tambahan uang saku.
Pada sisi lain, kelebihan tersebut
justru dapat menjadi bumerang. Gagasan dapat “dicuri” orang lain.
Apabila tidak unik, gagasan yang dicuri memang tidak terlalu
dipersoalkan. Namun, apabila gagasannya unik, pencurian gagasan tentu
sangat merugikan.
Dewasa ini tradisi menulis di kalangan
mahasiswa sudah dinodai dengan pencurian gagasan (yang dikenal sebagai
plagiarisme) dan dicemari dengan ketidakcermatan (yang berupa kesalahan
berbahasa). Karena tradisi menulis sangat dijunjung tinggi, mahasiswa
sebagai bagian masyarakat ilmiah dan panutan keidealisan, harus
menghindari plagiarisme dan tidak melakukan kesalahan berbahasa.
Plagiarisme
Plagiarisme adalah penjiplakan atau
pengakuan atas karya orang lain oleh seseorang yang menjadikan karya
tersebut sebagai karya ciptaannya. Orang yang melakukan plagiarisme
disebut plagiaris/plagiator. Dengan batasan demikian, plagiarisme adalah
pencurian (bahasa kasarnya, pembajakan) dan plagiaris adalah pencuri
(pembajak).
Plagiarisme tampaknya sudah membudaya.
Kegiatan ini mudah terjadi dan sangat terasa pada jenjang pendidikan S1.
Kontrol yang tidak ketat menjadi pemicu. Ketidaketatan kontrol
bersumber dari kualitas pembimbing yang relatif rendah, jumlah
pembimbing yang tidak seimbang (lebih rendah) daripada jumlah mahasiswa,
dedikasi perguruan tinggi (PT) yang masih berorientasi pada keuntungan
ekonomi semata, sikap tak-konsekuen PT bersangkutan, sumber pustaka yang
tidak mutakhir, akses ke sumber informasi yang sulit terjangkau, serta
sanksi yang tidak jelas atau bahkan tidak ada terhadap plagiaris.
Hal ini sedikit berbeda dengan kondisi
pada S2 dan S3. Kontrol masih ada dan relatif ketat. Kontrol terjadi
karena kualitas pembimbing yang relatif tinggi, dedikasi PT terhadap
dunia ilmiah dan hak atas kekayaan intelektual (HAKI), pengembangan
evaluasi berkelanjutan terhadap tulisan (dalam bentuk lokakarya,
konferensi, seminar) serta adanya sanksi jelas terhadap plagiaris. Satu
contoh dapat dikemukakan. Beberapa PT terkemuka di Indonesia membatalkan
gelar Doktor terhadap alumninya, karena bukti-bukti menunjukkan bahwa
alumni itu plagiaris.
Kita bisa membandingkan lebih lanjut
kasus plagiarisme di Indonesia dengan kasus di luar negeri. Pada
sebagian besar PT di Amerika Serikat dan Kanada, walaupun aturan
(format) penulisan tulisan ilmiah relatif bebas, sanksi terhadap
plagiaris sangat keras. Karena plagiarisme adalah perbuatan tercela atau
melanggar moral keilmiahan, plagiarisnya berpeluang besar untuk
dikeluarkan dari PT.
Selain dipicu oleh faktor-faktor yang
disebutkan terdahulu, plagiarisme juga disebabkan oleh dua faktor lain.
Pertama, mahasiswa malas dan mencari cara mudah untuk menghasilkan
tulisan. Mereka tidak mau bersusah payah mencari sumber informasi, baik
yang berupa buku teks, jurnal, atau terbitan berkala lainnya. Hal ini
diperparah dengan koleksi pustaka yang serba terbatas, lokasi
perpustakaan yang relatif jauh, dan akses yang relatif sulit ke
perpustakaan. Oleh sebab itu, bukan rahasia bahwa mahasiswa mengambil
jalan pintas. Mereka tinggal duduk ongkang-ongkang karena telah mengupahkan penelitian dan pembuatan tulisannya (skripsi, laporan).
Kedua, mahasiswa tidak menguasai teknik
pengacuan/pengutipan pustaka atau perujukan terhadap karya orang lain,
sebagaimana yang berlaku di PT atau lembaga ilmiah. Sepanjang tidak
disengaja, penyebab kedua ini masih bisa ditoleransi. Toleransi biasanya
berupa perbaikan tulisan dan perbaikan ini harus diselesaikan dalam
jangka waktu tertentu. Namun, apabila disengaja, ceritanya menjadi lain.
Kesalahan Berbahasa
Kesalahan berbahasa
sudah dianggap biasa. Kesalahan berbahasa tidak hanya dilakukan oleh
mahasiswa S1, tetapi juga oleh mahasiswa S2 dan S3. Apakah tindakan ini
disengaja atau tidak, kenyataan ini terjadi dan bisa diamati pada banyak
tulisan mahasiswa.
Ambil saja empat contoh kesalahan berbahasa yang kebetulan penulis temukan pada tulisan mahasiswa S2 dan S3. (Catatan: penulis memodifikasi penamaan).
- Larutan dicampur dengan minyak kelapa. Kelapa yang dipergunakan sebaiknya kelapa sawit. Setelah dihomogenkan, lalu dicampurkan dengan hormon A.
- Dari pengukuran itu, dapat diketahui jumlah oksigen, dimana jumlahnya semakin meningkat dari waktu ke waktu.
- Hormon A menyebabkan kematangan gonad lebih cepat. Sedangkan, hormon B memperlambat kematangan gonad.
- Lemak harus dipisahkan dari larutan tersebut dengan metode tertentu. Sehingga, akan dihasilkan larutan nutrisi bebas lemak.
Contoh pertama menunjukkan
ketidakjelasan subyek kalimat. Kalimat pertama membincangkan pencampuran
larutan dengan minyak kelapa. Namun, kalimat ketiga tidak jelas; yang
dicampurkan dengan hormon A itu larutan, minyak kelapa ataukah kelapa?
Contoh kedua, kata dimana
dipergunakan sebagai penjelas kata atau kelompok kata yang disebutkan
sebelumnya. Penggunaan kata ini dianalogikan dari penggunaan kata where di dalam Bahasa Inggris. Aturan bahasa ini memang membolehkan penggunaan where untuk menjelaskan tempat. Bahasa ini masih memiliki kata lain yang berkonotasi penjelas, yaitu that atau which.
Bahasa Inggris tentu berbeda dengan Bahasa Indonesia. Dalam bahasa kita ini, kata dimana tidak bisa dipergunakan sebagai pengganti kata yang. Dimana hanya
dipergunakan dalam kalimat tanya atau dalam kalimat yang di dalamnya
mengandung konotasi tanya. Misalnya, “Dimana dia tinggal?” atau “Saya
tidak mengetahui dimana dia tinggal”.
Pada contoh ketiga dan keempat, kata sehingga dan sedangkan dipergunakan
sebagai awal sebuah kalimat. Kedua kata seharusnya dipergunakan dalam
kalimat majemuk, kalimat yang mengandung hubungan (sebab akibat,
perlawanan, kesetaraan) antara anak kalimat satu dengan anak kalimat
lainnya. Dengan kalimat lain, kedua kata itu tidak boleh dipergunakan
sebagai awal kalimat.
Masih banyak contoh yang dapat
dikemukakan, tetapi dari keempat contoh tersebut diidentifikasi tiga
faktor penyebab kesalahan berbahasa. Pertama, mahasiswa terpengaruh
bahasa asing, terutama Bahasa Inggris. Kedua, mahasiswa tidak menerapkan
atau tidak menguasai Bahasa Indonesia dengan baik dan benar. Mahasiswa
tidak menguasai teknik penyusunan kalimat, penggunaan tanda baca, serta
penggunaan kata bantu yang mencerminkan hubungan (kesetaraan, penalaran,
perlawanan) antara dua anak kalimat. Ketiga, mahasiswa menerapkan ragam
bahasa lisan di dalam ragam bahasa tulisan baku.
Sepintas lalu dampak kesalahan berbahasa
tidak tampak. Mahasiswa pun menganggap pembaca bisa memahami gagasan
yang ditulisnya. Namun, apakah mahasiswa menyadari bahwa kesalahan
berbahasa dapat menimbulkan kesalahan tafsir terhadap tulisannya? Apakah
mahasiswa menyadari bahwa kesalahan berbahasa menimbulkan keraguan
orang atas penelitiannya? Apakah mahasiswa menyadari bahwa kesalahan
berbahasa dapat menurunkan kualitas ilmiah tulisannya?
Penanggulangannya
Sebagai masyarakat intelektual idealis,
tentunya kita tidak menginginkan plagiarisme dan kesalahan berbahasa
semakin mendarah daging. Kita ingin membangun masyarakat ilmiah sejati
yang menjaga dan menghargai karya orang lain serta masyarakat ilmiah
yang kreatif. Kita tidak ingin terus menerus dicap sebagai masyarakat
pembajak; selama ini bangsa kita dikenal sebagai pembajak HAKI (seperti
kaset lagu, film).
Empat cara bisa dikembangkan untuk
menanggulangi plagiarisme dan kesalahan berbahasa. Cara pertama adalah
pemberlakuan secara jelas dan tegas aturan dan sanksi terhadap
plagiarisme pada setiap jenjang pendidikan, terutama PT. Kerjasama
antara PT, lembaga percetakan, dan lembaga penerbit tulisan (jurnal
ilmiah, terbitan berkala) perlu digalang. Plagiaris harus dikenai sanksi
hukum dan PT yang meloloskan plagiaris harus dinilai rendah.
Kedua, mata pelajaran mengarang perlu
digalakkan lagi mulai jenjang pendidikan SD hingga SMU/SMK. Penilaian
khusus perlu diberikan kepada siswa yang pandai mengarang atau berbakat
dalam bidang tertentu, karena mengarang dapat dipergunakan untuk
mengembangkan daya imajinasi dan daya nalar siswa. Pada saat ini mata
pelajaran mengarang tidak (wajib) diajarkan. Penilaian akademik pun
mengesampingkan bakat-bakat tertentu pada siswa.
Ketiga, pengajaran Bahasa Indonesia di
PT seharusnya tidak hanya membahas aspek kebahasaan saja, tetapi juga
penggunaannya dalam tulisan ilmiah. Dalam pengertian ini, penggunaan
kata dan penyusunan kalimat untuk menggambarkan hubungan anak kalimat
satu dengan anak kalimat lainnya, pembuatan dan makna paragraf, serta
pembuatan dan makna kalimat topik dibahas mendalam.
Keempat, kedudukan Bahasa Indonesia
harus disetarakan atau lebih tinggi dari bahasa asing, terutama Bahasa
Inggris. Kecenderungan yang terjadi selama ini sangat tidak
menguntungkan bagi perkembangan Bahasa Indonesia. Pada setiap penerimaan
mahasiswa (S2, S3) baru, nilai TOEFL (Test of English as a Foreign Language)
dijadikan salah satu syarat yang sering berlebihan. Apabila nilai ini
tidak memenuhi syarat, mahasiswa diharuskan mengikuti kuliah Bahasa
Inggris. Untuk lulus, mahasiswa dibebani tugas yang menyita waktu
relatif banyak. Di sisi lain, Bahasa Indonesia dianaktirikan, padahal
tulisan ilmiah mahasiswa mempergunakan bahasa ini.
Alasan bahwa bahasa asing (terutama
Bahasa Inggris) diwajibkan karena mahasiswa harus belajar dari buku-buku
teks berbahasa asing merupakan alasan yang dicari-cari. Kita seharusnya
mencontoh Jepang dan Korea. Dengan budayanya sendiri, kedua negara ini
tetap maju. Keduanya berusaha menerjemahkan informasi berbahasa asing ke
dalam bahasanya, sehingga informasi tersosialisasi dengan mudah di
kalangan masyarakat awam. Kita bisa juga meniru Kanada. Untuk tidak
mendiskriminasi warga pengguna Bahasa Perancis (Francophone) dan Bahasa Ingris (Anglophone), negara ini menggunakan dua bahasa secara bersama-sama pada setiap daftar isian (formulir).
Sumber :
http://www.dikti.go.id/?p=8281&lang=id
Prof. Dr. Mochamad Arief Soendjoto, M.Sc.
Dosen Fakultas Kehutanan, Universitas Lambung Mangkurat
http://id.wikipedia.org/wiki/Plagiarisme
Category:
0
comments
Posted by
Unknown
Publikasi berarti penyiaran,pengumuman,memberitahukan,penerbitan, pengumuman. Sedangkan Online berarti tersambung koneksi dengan internet yang disambungkan oleh provider tertentu. Jadi bisa dikatakan Publikasi Online berarti
suatu informasi atau pesan pengumuman dalam online atau diterbitkan
atau diumumkan dalam dunia internet melalui media elektronik maupu
komputer.
Pada versi FAU beberpa etika yang dikemukakan adalah sebagai berikut :
Sumber :
http://richard-lie.blogspot.com/2012/11/publikasi-online.html
http://acherryz.blogspot.com/2012/11/final-softskill-psikologi-teknologi.html
Pada versi FAU beberpa etika yang dikemukakan adalah sebagai berikut :
- Internet tidak digunakan sebagai sarana kejahatan bagi orang lain, artinya pemanfaatan internet semestinya tidak untuk merugikan orang lain baik secara materiil maupun moril.
- Internet tidak digunakan sebagai sarana mengganggu kinerja orang lain yang bekerja menggunakan komputer. Contoh riil adalah penyebaran virus melalui internet
- Internet tidak digunakan sebagai sarana menyerobot atau mencuri file orang lain
- Internet tidak digunakan untuk mencuri, contoh pengacakan kartu kredit dan pembobolan kartu kredit.
- Internet tidak digunakan sebagai sarana kesaksian palsu
- Internet tidak digunakan untuk mengcopy software tannpa adanya pembayaran
- Internet tidak digunakan sebagai sarana mengambil sumber – sumber penting tanpa adanya ijin atau mengikuti aturan yang berlaku.
- Internet tidak digunakan untuk mengakui hak intelektual orang lain
- Bertanggung jawab terhadap isis pesan yang disampaikan Menggunakan internet untuk keperluan berarti serta saling menghormati antar pengguna internet (www.fau.edu/netiquette). 10 etika ini disebut sebagai “the ten commandements for computer ethics” atau sepuluh perintah etika menggunakan komputer. Versi lain yang juga menjadi rujukan etika komunikasi virtual adalah netiket yang disampaikan oleh Virgina Shea. Isi etika tersebut terdiri dari 10 pedoman pula yaitu :
- Lawan bicara dalam internet adalah manusia, sehingga penempatan diri secara empati perlu dilakukan dalam komunikasi virtual.
- Gunakan standard perilaku yang sama dalam kehidupan dan komunikasi alam nyata
- Mampu menempatakan diri dalam dunia maya dengan cara mengenali dahulu anggota komunitas yang online pada jalur tersebut
- Menghormati secara sesama user juga penggunaan bandwith yang tersedia
- Berkepribadian yang enak dan harmonis dalam penyusunan kata pesan yang dipampangkan agar lebih memudahkan dalam pemaknaan pesan
- Membagi semua pengalaman yang ada
- Mengatasi emosi yang terjadi dalam komunikasi virtual
Sumber :
http://richard-lie.blogspot.com/2012/11/publikasi-online.html
http://acherryz.blogspot.com/2012/11/final-softskill-psikologi-teknologi.html
Category:
0
comments