B.6 #PTI NETIQUETTE

Mungkin masih asing dengan kata "Netiquette". Kata ini sebenarnya masih berhubungan internet. Karena arti dari Netiquette adalah etika dalam menggunakan internet.
Internet yang merupaka sebuah kumpulan komunitas, diperlukan aturan yang akan menjadi acuan orang-orang sebagai pengguna Internet, dimana aturan ini menyangkut batasan dan cara yang terbaik dalam memanfaatkan fasilitas Internet.
Sebenarnya Nettiquette in adalah hal yang umum dan biasa, sama hal nya dengan aturan-aturan biasa ketika kita memasuki komunitas umum dimana informasi sangat banyak dan terbuka. Tetapi ada beberapa aturan yang ada pada Nettiquete ini, yaitu:
1. Amankan dulu diri anda, maksudnya adalah amankan semua properti anda, dapat dimulai dari mengamankan komputer anda, dengan memasang anti virus atau personal firewall
2. Jangan terlalu mudah percaya dengan Internet, sehingga anda dengan mudah mengunggah data pribadi anda. dan anda harus betul-betul yakin bahwa alamat URL yang anda tuju telah dijamin keamanannya.
3. Hargai pengguna lain di internet, caranya sederhana yaitu :
    - jangan biasakan menggunakan informasi secara sembarangan, misalnya plagiat.
    - jangan berusaha untuk mengambil keuntungan secara ilegal dari Internet, misalkan melakukan kejahatan   pencurian no kartu kredit
    - jangan berusaha mengganggu privasi orang lain, dengan mencoba mencuri informasi yang sebenarnya terbatas.
    - jangan menggunakan huruf kapital terlalu banyak, karena menyerupai kegiatan teriak-teriak pada komunitas sesungguhnya.
    - jangan flamming (memanas-manasi), trolling (keluar dari topik pembicaraan) ataupun junking (memasang post yang tidak berguna) saat berforum.
 Selain memiliki aturan, netiquette memiliki fungsi dan manfaat. Diantaranya adalah netiquette berfungsi sebagai seperangkat pedoman umum yang dapat membuat komunikasi internet yang berguna dan sipil. Misalnya, mengirimkan puluhan surat berantai email ke teman mungkin tampak seperti pengalihan menyenangkan, tetapi dapat menjadi jengkel ke orang yang menerima mereka. Mengirim volume besar email impersonal atau pesan lain kepada orang lain dikenal sebagai “spam” dan sering disukai. Ada aturan umum tertentu, seperti mengirim “spam,” yang umumnya dianggap etiket buruk di Internet, namun komunitas online tertentu mungkin memiliki budaya mereka sendiri dan standar netiket.
Dan manfaat yang di dapat dari netiquette adalah dapat mencegah orang dari mengirimkan komunikasi perlu yang dapat membuang-buang waktu orang lain. Hal ini juga dapat mencegah orang dari posting konten yang tidak patut atau jelek di Internet. Misalnya, teks ditulis dalam huruf kapital bisa sulit untuk membaca dan mengetik dalam huruf kapital sering dianggap “berteriak” dalam komunikasi online dan disukai di komunitas internet banyak.

A. Flaming
FLAMING adalah tindakan provokasi, mengejek, ataupun penghinaan yang menyinggung user lainnya atau berarti memanas-manasi keadaan suatu tempat sehingga terjadi perdebatan.
B. Trolling
Trolling diartikan sebagai kegiatan memposting tulisan atau pesan menghasut dan seringkali tidak relevan dengan topik yang dibicarakan di komunitas online seperti forum, chatting, blog, atau juga social network. Tujuan dari trolling ini adalah memprovokasi dan memancing emosi para pengguna internet lainnya. Dalam dunia internet, pelaku trolling ini disebut troller.
C. Junking
JUNK adalah kata kata yang tidak berguna untuk dipost. Apalagi niatnya cuma buat nambahin jumlah post. Contoh kata-kata JUNK :
- Troopers A : bla bla bla
- Troopers B : ga tau
- Troopers C : ??????
- Troopers D : thanks untuk info < Contoh Bukan junk >

Sumber:
http://innayabunga.blogspot.com/2012/11/netiquette.html
http://indo.createmybb3.com/thread-64.html
Category: 0 comments

B.5 #PTI ARTIKEL TENTANG CHATTING


Chatting adalah suatu feature / program dalam jaringan Internet untuk berkomunikasi dan bersosialisasi langsung sesama pemakai Internet yang sedang online (yang sedang sama - sama menggunakan Internet). Komunikasi bisa berupa teks (text chat) atau suara (voice chat). Anda dapat mengirim pesan dengan teks atau suara kepada orang lain yang sedang online, kemudian orang yang dituju membalas pesan Anda dengan teks atau suara, demikian seterusnya, itulah proses terjadinya sosialisasi Chatting.
Chatting tidak hanya populer pada kalangan remaja saja namun sekarang ini, sudah merambah kalangan dewasa bahkan orang tua sekalipun. Dengan chatting, kita bebas mengobrol apa saja mulai dari pekerjaan kantor, persahabatan, pelajaran sekolah, mata kuliah, percintaan dan perjodohan, sampai dengan hal bersifat pribadi sekali pun. Dengan bebasnya kadang - kadang membuat chatter - chatter kebablasan tanpa kontrol yang mungkin dapat membuat chatter lainnya marah dan tersinggung, dengan kata lain para pengguna Chatting (Chatter) melanggar arti Netiqutte. Walaupun pada saat chatting, tidak terjadi tatap muka secara langsung, namun hal itu seharusnya tidak membuat para chatter meninggalkan etika (Netiqutte) ketimuran seperti dalam pergaulan pada umumnya.
Sehubungan dengan etika dalam chatting, sudah banyak artikel di blog - blog, situs - situs, atau media lainnya yang mengulasnya, namun tidak ada salahnya untuk mengingatkan kembali akan pentingnya hal tersebut, maka pada tips dan trik internet kali ini akan memberikan tips - tips dan etika yang ada hubungannya dengan chatting.
Sebenarnya kita semua sudah sepakat dan mengetahui etika chatting (walau pun tidak disebutkan secara tertulis), namun kita belum menyadari sepenuhnya untuk mempraktekkannya dengan benar. Nah, etika (Netiqutte) chatting tersebut antara lain, di bawah ini;
a)      Harus Sopan, siapa pun teman atau partner chatting kita, mengenalnya atau tidak, jangan sampai kita memperlakukan teman chatting dengan tidak sopan, seperti mengetikkan kata - kata porno atau kata - kata yang kasar (S.A.R.A) atau tidak pantas lainnya.
b)      Jangan memaksakan kehendak, apapun alasan teman chatting sehingga dia tidak mau melayani percakapan dengan kita, kita harus menghormatinya dan tidak boleh memaksanya .ntuk menjawab atau meladeni percakapan kita.
c)      Harus Jujur, usahakan untuk menuliskan sesuatu apa pun dengan jujur (kecuali untuk hal-hal yang menyangkut privasi/ pribadi), karena hal ini akan membuat teman chatting kita percaya dan menghargai kita. Yakinlah bahwa sejelek atau seburuk apa pun, jika kita mengatakannya dengan jujur, orang lain akan menghargai kita dengan baik dan mengangkat topi untuk itu. Sebagaimana sering kita jumpai (bahkan saya sendiri) adalah sulit untuk mengatakan apa adanya, seperti umur, status, atau perkerjaan.
d)     Jangan suka mengganggu dan iseng, walaupun teman chatting keliatan online, belum tentu dia mempunyai waktu untuk melakukan chatting dengan kita, siapa tahu dia mempunyai pekerjaan yang memerlukan konsentrasi. Jika demikian, kita tidak boleh mengganggunya atau mengisenginya dengan mengetikkan “BUZZ” terus menerus.
e)      Jangan pernah membawa Suku, Agama, Ras dan Antar Kelompok (S.A.RA) karena hal ini sangat sensitif yang dapat memicu perselisihan dan yakinlah hal ini tidak akan memberi manfaat apa-apa bagi kedua belah pihak.
f)       Ucapkan salam, tidak ada buruknya jika ucapan salam diterapkan pada saat chatting yang justru dapat menambah suasana keakraban atau sopan. Pada setiap perjumpaan kita bisa mengetikkan “selamat siang, halo, hi, atau senang bertemu Anda kembali”, atau jika ingin mengakirinya, bisa mengetikkan selamat tinggal, bye, atau sampai ketemu lagi.
g)      Jangan menuliskan dengan HURUF BESAR (Kapital) karena hal ini mengandung arti teriakan ataupun sehingga dapat membuat partner chatting marah atau tersinggung.
h)      Aktifkan status offline (Log Out), hal ini dapat menjadi alternatif jika Anda sedang sibuk dan tidak ingin “diganggu” chatter lain, dan ini sah-sah saja.
i)        Jangan terlalu banyak membuka dialog pada saat yang bersamaan, jika Anda tidak ingin dikatakan tidak serius oleh teman chatting Anda, karena harus melayani banyak dialog dengan yang lain. Selain itu, jika sembari menyelesaikan tugas pekerjaan, maka akan sangat mengganggu kelancaran pekerjaan Anda tersebut.
j)        Jangan lupa minta izin kepada partner chatting, pada saat kita ingin meninggalkan komputer, siapa tahu dia sedang menunggu jawaban dari kita.
k)      Jika Anda salah masuk (Room) dengan tema yang tidak Anda sukai, jangan sekali-sekali membelokkan tema obrolan sesuai keinginan Anda, kecuali Anda sudah mendapat mandat dari chatter lainnya. Atau lebih baik Anda keluar dari room tersebut.
l)        Selain etika (Netiqutte) chatting yang telah disebutkan di atas, ada tips chatting lain yang mungkin perlu kita ketahui adalah, antara lain seperti di bawah ini. Gunakanlah nickname yang baik dan sopan. Jangan menggunakan nama asli sebagai nickname Anda.
m)    Jangan pernah memberikan alamat dan nomor telepon kepada chatter yang belum Anda kenal sama sekali.
n)      Jika Anda menggunakan webcam (Kamera Video), jangan sembarangan memberi izin kepada chatter yang tidak Anda kenal.
o)      Jika ingin memview webcam dari partner chatter, harus meminta izin dengan baik-baik kepadanya, kalau pun tidak diizinkan Anda harus menghormatinya.
p)      Jika harus melakukan copy darat (Ketemu), pastikan Anda tidak sendirian, hal ini untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
q)      Jangan pernah melayani chatter yang menggunakan kata-kata kasar atau tidak sopan.
Chatting adalah media komunikasi dan bersosialisasi lewat teks, suara bahkan gambar melalui media internet, hanya saja dipisahkan oleh tempat. Chatting bias melalui Yahoo Messenger (YM), Mirc, dan lain-lain.
Siapa yang tak kenal chatting terutama dikalangan remaja, begitu digandrungi selain situs jejaring sosial semacam Friendster (FS), Facebook (FB) dan situs jejaring sosial lainnya, fenomena ini begitu memberi dampak bagi remaja baik secara langsung atau tidak, bagi kalangan orang tua media – media seperti ini kurang begitu familiar akan media internet yang menyediakan menu atau konten. Internet merupakan sungguh dasyat sekali pengaruhnya bagi para remaja, maka dari itu kita sebagai orang tua harus bisa memberikan arahan dan ketentuan dalam pemakaian internet bagi putra – putri kita, baik dirumah atau diluar rumah. Kecenderungan anak usia remaja yang ingin tahu akan hal – hal yang belum dijumpai dalam kehidupan sehari – hari. Misalnya pornografi dan sejenisnya.
Di bawah ini adalah dampak dari media chatting adalah sebagai berikut :
a)      Memberikan kepuasan dikala anak (Remaja) merasa bosan dengan rutinitas dirumah, karena bisa bertegur sapa dan bercanda dengan teman baru nya di dunia maya. Untuk melatih keorganisasian, seorang anak tidak hanya harus bersosialisasi di dunia nyata, tapi di dunia maya pun seperti ituh.
b)      Memberikan pengaruh pada kepribadian anak, karena cenderung mengikuti pola atau karakter lawan chatting nya. Kepribadian anak tidak hanya di pengaruhi oleh lingkungan dalam (Keluarga dan Sahabat) dan Lingkungan Luar (Dunia Maya).
c)      Awal kali para chatter ini menganggap chatt adalah hal iseng, tapi seiring dengan berjalannya waktu akan memberikan rasa kecanduan, yang pada ujungnya lupa waktu akan tugas nya sehari-hari. Kejadian seperti ini dapat mudah di temukan di para remaja saat ini yang menggandrungi Internet, khususnya Chatting.
d)     Membayakan dirinya sendiri, mayoritas pechatter, akan merasa penasaran dengan lawan chatting nya yang berujung pada tukar no hp atau rumah dan kopi darat atau bertemu di dunia nyata. Hal inilah yang kebanyakan dimanfaatkan oleh orang hidung belang / pelaku pedofilia untuk mencari korbannya. Maka kita sebagai orang tua harus bisa mengawasi anak kita dari bahaya ini.
e)      Media ini rentan dan membahayakan karena sekarang ini media chatting sudah sangat canggih, dengan adanya chatting lewat Handphone yang ditawarkan oleh operator seluler baru. Baru ini, penulis pernah menjumpai banyak dikalangan pelajar, yang dikala pelajaran tidak fokus dengan pelajarannya malah berasyik-masyuk chatting lewat hp.
Pencegahan dampak chatting adalah sebagai berikut :
Berikan pengertian pada akan mengenai penggunaan dan berapa lama pemakaian internet. Usahakan untuk mencari lawan chatting yang seusia nya, sekarang ini beberapa handphone sudah bisa digunakan untuk chatting, sebagai orang tua di minta harus menyita handphone dikala waktu tidur, karena kebanyakan anak mencuri – curi waktu untuk chatting tanpa sepengetahuan kita dikala jam tidur. dengan demikian esok pagi anak kita dapat berangkat dan mengikuti pelajaran di sekolah dengan Fresh.
Awasi dan ikutilah bilamana anak anda mau ke warnet, berikan pengertian agar apa yang dicari sesuai tujuan, kebanyakan anak sekolah bila di warnet sedirian atau bersama teman – teman nya membuka situs porno atau hentai (kartun porno).
Berangkat dari itu semua kami menyampaikan harapannya semoga kita sebagai orang tua bisa memberi rasa aman dari pengaruh chatting dan penyalahgunaan nya. Tidak semua pengaruh chatting memberikan dampak yang buruk bagi kita dan anak – anak kita bilaman kita bisa memanfaatkan teknologi itu sebaik-baiknya dan bisa membawa diri dalam pemanfaatan media itu, baik untuk bekerja atau mencari relasi atau teman bisnis baru

Sumber:
http://shahnezroza.blogspot.com/2012/10/pengertian-chatting.html
Category: 0 comments

B.4 #PTI ARTIKEL TENTANG SEARCH ENGINE

Serach Engine  merupakan salah satu fasilitas internet yang dijalankan melalui browser untuk mencari informasi yang kita inginkan. Pengertian lainnya yaitu program komputer yang dirancang untuk melakukan pencarian atas berkas-berkas yang tersimpan dalam layanan www, ftp, publikasi milis, ataupun news group dalam sejumlah komputer peladen dalam suatu jaringan.  Search Engine menampung database situs-situs dari seluruh dunia. Hasil pencarian umumnya ditampilkan dalam bentuk daftar yang seringkali diurutkan menurut tingkat akurasi ataupun rasio pengunjung atas suatu berkas yang disebut sebagai hit. Sebagian besar mesin pencai ini dijalankan oleh perusahaan swasta yang menggunakan Algoritma kepemilikan dan basisdata tertutup.
- See more at: http://kang-hendar.blogspot.com/2013/02/pengenalan-tentang-search-engine.html#sthash.WJ3hRSYr.dpuf
Search Engine  merupakan salah satu fasilitas internet yang dijalankan melalui browser untuk mencari informasi yang kita inginkan. Pengertian lainnya yaitu program komputer yang dirancang untuk melakukan pencarian atas berkas-berkas yang tersimpan dalam layanan www, ftp, publikasi milis, ataupun news group dalam sejumlah komputer peladen dalam suatu jaringan.  Search Engine menampung database situs-situs dari seluruh dunia. Hasil pencarian umumnya ditampilkan dalam bentuk daftar yang seringkali diurutkan menurut tingkat akurasi ataupun rasio pengunjung atas suatu berkas yang disebut sebagai hit. Sebagian besar mesin pencai ini dijalankan oleh perusahaan swasta yang menggunakan Algoritma kepemilikan dan basisdata tertutup.
Contoh Search Engine :
- Google
- Yahoo
- Bing
Serach Engine  merupakan salah satu fasilitas internet yang dijalankan melalui browser untuk mencari informasi yang kita inginkan. Pengertian lainnya yaitu program komputer yang dirancang untuk melakukan pencarian atas berkas-berkas yang tersimpan dalam layanan www, ftp, publikasi milis, ataupun news group dalam sejumlah komputer peladen dalam suatu jaringan.  Search Engine menampung database situs-situs dari seluruh dunia. Hasil pencarian umumnya ditampilkan dalam bentuk daftar yang seringkali diurutkan menurut tingkat akurasi ataupun rasio pengunjung atas suatu berkas yang disebut sebagai hit. Sebagian besar mesin pencai ini dijalankan oleh perusahaan swasta yang menggunakan Algoritma kepemilikan dan basisdata tertutup.
- See more at: http://kang-hendar.blogspot.com/2013/02/pengenalan-tentang-search-engine.html#sthash.WJ3hRSYr.dpuf
Serach Engine  merupakan salah satu fasilitas internet yang dijalankan melalui browser untuk mencari informasi yang kita inginkan. Pengertian lainnya yaitu program komputer yang dirancang untuk melakukan pencarian atas berkas-berkas yang tersimpan dalam layanan www, ftp, publikasi milis, ataupun news group dalam sejumlah komputer peladen dalam suatu jaringan.  Search Engine menampung database situs-situs dari seluruh dunia. Hasil pencarian umumnya ditampilkan dalam bentuk daftar yang seringkali diurutkan menurut tingkat akurasi ataupun rasio pengunjung atas suatu berkas yang disebut sebagai hit. Sebagian besar mesin pencai ini dijalankan oleh perusahaan swasta yang menggunakan Algoritma kepemilikan dan basisdata tertutup.
- See more at: http://kang-hendar.blogspot.com/2013/02/pengenalan-tentang-search-engine.html#sthash.WJ3hRSYr.dpuf

Sumber :
http://kang-hendar.blogspot.com/2013/02/pengenalan-tentang-search-engine.html
Category: 0 comments

B.3 #PTI ARTIKEL TENTANG WORLD WIDE WEB

 World Wide Web (biasa disingkat WWW) adalah suatu ruang informasi yang yang dipakai oleh pengenal global untuk mengidentifikasi sumber-sumber daya yang berguna. WWW sering dianggap sama dengan internet secara keseluruhan, walaupun sebenarnya ia hanyalah bagian daripada internet.

WWW merupakan kumpulan server web dari seluruh dunia yang mempunyai kegunaan untuk menyediakan data dan informasi untuk dapat digunakan bersama. WWW adalah bagian yang paling menarik dari Internet. Melalui web, para pengguna dapat mengakses informasi-informasi yang tidak hanya berupa teks tetapi bisa juga berupa gambar, suara, video dan animasi.

Kegunaan ini tergolong masih baru dibandingkan surat elektronik, sebenarnya WWW merupakan kumpulan dokumen yang tersimpan di server web, dan tersebar di lima benua termasuk Indonesia yang terhubung menjadi satu melalui jaringan internet. Dokumen-dokumen informasi ini disimpan atau dibuat dengan format HTML (Hypertext Markup Language).

Suatu halaman dokumen informasi dapat terdiri atas teks yang saling terkait dengan teks lainnya atau bahkan dengan dokumen lain. Keterkaitan halaman lewat teks ini disebut hyperlink. Dokumen infomasi ini tidak hanya terdiri dari teks tetapi dapat juga berupa gambar, mengandung suara bahkan klip video. Kaitan antar-dokumen yang seperti itu biasa disebut hipermedia.

Jadi dapat disimpulkan bahwa WWW adalah sekelompok dokumen multimedia yang saling bertautan dengan menggunakan tautan hiperteks atau hyperlink. Dengan mengeklik hyperlink, maka para pengguna bisa berpindah dari satu dokumen ke dokumen lainnya.

Fungsi WWW adalah menyediakan data dan informasi untuk dapat digunakan bersama. Hal ini senada dengan pengertian www yang telah disebutkan di atas. Dengan demikian, salah satu fungsi www di internet menawarkan berbagai kecanggihan dan kemudahan pemakai intenet mendapatkan dan menampilan informasi dimana saja  di internet secara mudah dan cepat.

Sumber :
http://www.feriantano.com/2013/08/pengertian-sejarah-dan-fungsi-dari-world-wide-web-www.html
Category: 0 comments

B.2 #PTI ARTIKEL TENTANG INTERNET SERVICE PROVIDER

ISP (Internet Service Provider) adalah perusahaan atau badan usaha yang menjual koneksi internet atau sejenisnya kepada pelanggan. ISP awalnya sangat identik dengan jaringan telepon, karena dulu ISP menjual koneksi atau access internet melalui jaringan telepon. Seperti salah satunya adalah telkomnet instant dari Telkom.
Sekarang, dengan perkembangan teknologi ISP itu berkembang tidak hanya dengan menggunakan jaringan telepon tapi juga menggunakan teknologi seperti fiber optic dan wireless. Di Bali, denpasar pada khususnya ISP dengan teknologi wireless paling banyak tumbuh.
Karena teknologi ini “paling murah”. Tidak perlu membangun jaringan kabel, mudah dipindahkan, tidak ada biaya ijin dan lain-lain. Lalu gimana sebenarnya kerja internet dengan adanya ISP ini? ISP terkoneksi satu sama lain dalam Internet Exchange, interkoneksi. Sebagian besar ISP memerlukan upstream. ISP yang tidak memiliki upstream disebut Tier1, tier1 hanya memiliki pelanggan dan interkoneksi.

* B. Pilihan Hubungan ISP
Biasanya, ISP menerapkan biaya bulanan kepada pelanggan. Hubungan ini biasanya dibagi menjadi dua kategori, yaitu :
1. Dial-up (”kabel”)
Hubungan dial-up sekarang ini banyak ditawarkan secara gratis atau dengan harga murah dan membutuhkan penggunaan kabel telepon biasa.
2. Jalur lebar (Broadband)
Hubungan jalur lebar dapat berupa non-kabel, Internet satelit. Broadband dibanding modem memiliki kecepatan yang jauh lebih cepat dan selalu “on”, namun lebih mahal

Media koneksi Internet service provider

C. Media koneksi
Seperti yang sudah kita bahas minggu lalu bahwa untuk bisa melakukan koneksi ke suatu jaringan maka kita perlu suatu media perantara. Media koneksi yang paling umum digunakan oleh ISP adalah menggunakan :
1. Wire Kabel.
Kabel telepon, kabel coaxial, kabel fiber optic, kabel listrik, kabel UTP, pokoknya kabel.
2. Wireless
Tidak menggunakan banyak kabel. Kabel tetap digunakan namun sebagian besar jalur koneksi menggunakan frekuensi. Biasanya menggunakan frekuensi yang dibebaskan penggunaannya di suatu Negara. Di Indonesia frekuensi yang bebas digunakan adalah frekuensi 2,4Ghz. Jadi dari pelanggan akan menggunakan radio wireless dengan frekuensi 2,4Ghz untuk berhubungan dengan ISP mereka.


Sumber :
http://www.mohanlink.com/2008/10/4-artikel-tentang-isp_18.html
Category: 0 comments

B.1. #PTI ARTIKEL TENTANG SEJARAH INTERNET

Internet pertama kali dikembangkan pada tahun 1969 oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat melalui sebuah proyek yang disebut ARPANET (Advanced Research Project Agency Network). Pada awalnya internet digunakan untuk kepentingan militer pertahanan AS dalam mencegah masalah komunikasi antar kelompok dalam jarak jauh dengan menggunakan jaringan telepon. Pada saat itu telah banyak dibuat jaringan komputer yang disebar dan dihubungkan pada daerah-daerah vital dan manfaat internet ini juga untuk mengantisipasi bila terjadinya serangan nuklir.
Di tahun 1970, sudah lebih dari 10 komputer yang telah berhasil dihubungkan sehingga mereka dapat saling berkomunikasi dan membentuk sebuah jaringan. Lalu pada tahun 1972, Roy Tomlinson berhasil menyempurnakan program e-mail yang dia ciptakan untuk ARPANET. Program e-mail ini begitu mudah sehingga langsung menjadi populer saat itu. Lalu icon @ juga diperkenalkan di tahun yang sama sebagai lambang penting yang menunjukan “at” atau “pada”. Di tahun 1973, jaringan ARPANET mulai dikembangkan ke luar dari Amerika Serikat dan komputer University College di London menjadi komputer pertama yang ada di luar Amerika yang menjadi anggota jaringan Arpanet. Dua ahli komputer, Vinton Cerf dan Bob Kahn mempresentasikan sebuah gagasan yang lebih besar, yang menjadi cikal bakal sejarah internet dan pertama kalinya di presentasikan di Universitas Sussex.
Kemudian pada tanggal 26 Maret 1976, menjadi hari bersejarah ketika Ratu Inggris berhasil mengirimkan e-mail dari Royal Signals and Radar Establishment di Malvern. Setahun kemudian, sudah lebih dari 100 komputer yang bergabung dengan ARPANET dan membentuk sebuah jaringan atau network. Pada tahun 1979, Tom Truscott, Jim Ellis dan Steve Bellovin menciptakan newsgroup pertama yang diberi nama USENET. Lalu pada tahun 1981 France Telecom menciptakan gebrakan dengan meluncurkan telepon televisi pertama, untuk memudahkan orang-orang saling menelepon sambil berhubungan dengan video link.
Kemudian pada tahun 1990 merupakan tahun paling bersejarah, ketika Tim Berners Lee menemukan program editor dan browser yang dapat menjelajah antara satu komputer dengan komputer lain, yang membentuk jaringan itu. Program inilah yang akhirnya diberi nama www atau Worl Wide Web. Pada tahun 1992, komputer yang saling tersambung membentuk jaringan sudah lebih dari sejuta komputer dan muncul istilah baru, yaitu surfing the internet. Dan pada tahun 1994, situs internet sudah tumbuh menjadi 3000 alamat halaman, serta untuk pertama kalinya virtual-shopping atau e-retail muncul di internet.

Sumber :
http://www.eswete.com/sejarah-internet.html
Category: 0 comments

A.2. #PTI PLAGIARISME

Plagiarisme atau sering disebut plagiat adalah penjiplakan atau pengambilan karangan, pendapat, dan sebagainya dari orang lain dan menjadikannya seolah karangan dan pendapat sendiri.[1] Plagiat dapat dianggap sebagai tindak pidana karena mencuri hak cipta orang lain. Di dunia pendidikan, pelaku plagiarisme dapat mendapat hukuman berat seperti dikeluarkan dari sekolah/universitas. Pelaku plagiat disebut sebagai plagiator.

Satu tradisi di dalam dunia kemahasiswaan yang tidak bisa atau bahkan sangat tidak mungkin untuk ditinggalkan oleh mahasiswa adalah menulis. Dari kegiatan ini, mahasiswa akan menghasilkan karya yang secara umum disebut tulisan. Dalam bentuk formal, tulisan itu berupa usulan kegiatan, laporan kerja/praktikum, tulisan ilmiah dalam jurnal, skripsi (khusus untuk mahasiswa S1), tesis (S2) dan disertasi (S3). Dalam bentuk informal, tulisan dapat berupa cerita pendek, cerita bersambung, karangan fiksi atau tulisan ilmiah populer yang dipublikasikan pada majalah dinding, buletin mahasiswa atau terbitan berkala.
Tulisan merupakan wujud gagasan/ide dan pada dasarnya dapat disamakan dengan karya lainnya seperti patung, lukisan atau rekaman. Apabila dibandingkan dengan karya yang disebut terakhir ini, tulisan memiliki kelebihan. Gagasan dapat dituangkan di atas kertas, disimpan untuk digunakan lagi pada kemudian hari, digandakan sesuai dengan keinginan, dan disebarluaskan kepada khalayak yang tempat tinggalnya relatif jauh dari penggagas; misalnya melalui selebaran, brosur, atau e-mail. Dengan kata lain, gagasan dapat diwujudkan dengan ongkos relatif murah, disimpan dalam jangka waktu relatif lama dan tidak mudah rusak, serta disebarluaskan dengan relatif mudah. Selain itu, gagasan dapat menggambarkan dengan mudah hal-hal yang dikehendaki penggagas dan mempengaruhi pikiran orang lain dengan seketika.
Kelebihan tersebut sangat menguntungkan. Mahasiswa yang menjalankan tradisi menulis dan mempublikasikannya secara teratur, akan dikenal dan dihargai orang. Untuk tulisan informal, mahasiswa bahkan mendapat tambahan uang saku.
Pada sisi lain, kelebihan tersebut justru dapat menjadi bumerang. Gagasan dapat “dicuri” orang lain. Apabila tidak unik, gagasan yang dicuri memang tidak terlalu dipersoalkan. Namun, apabila gagasannya unik, pencurian gagasan tentu sangat merugikan.
Dewasa ini tradisi menulis di kalangan mahasiswa sudah dinodai dengan pencurian gagasan (yang dikenal sebagai plagiarisme) dan dicemari dengan ketidakcermatan (yang berupa kesalahan berbahasa). Karena tradisi menulis sangat dijunjung tinggi, mahasiswa sebagai bagian masyarakat ilmiah dan panutan keidealisan, harus menghindari plagiarisme dan tidak melakukan kesalahan berbahasa.
Plagiarisme
Plagiarisme adalah penjiplakan atau pengakuan atas karya orang lain oleh seseorang yang menjadikan karya tersebut sebagai karya ciptaannya. Orang yang melakukan plagiarisme disebut plagiaris/plagiator. Dengan batasan demikian, plagiarisme adalah pencurian (bahasa kasarnya, pembajakan) dan plagiaris adalah pencuri (pembajak).
Plagiarisme tampaknya sudah membudaya. Kegiatan ini mudah terjadi dan sangat terasa pada jenjang pendidikan S1. Kontrol yang tidak ketat menjadi pemicu. Ketidaketatan kontrol bersumber dari kualitas pembimbing yang relatif rendah, jumlah pembimbing yang tidak seimbang (lebih rendah) daripada jumlah mahasiswa, dedikasi perguruan tinggi (PT) yang masih berorientasi pada keuntungan ekonomi semata, sikap tak-konsekuen PT bersangkutan, sumber pustaka yang tidak mutakhir, akses ke sumber informasi yang sulit terjangkau, serta sanksi yang tidak jelas atau bahkan tidak ada terhadap plagiaris.
Hal ini sedikit berbeda dengan kondisi pada S2 dan S3. Kontrol masih ada dan relatif ketat. Kontrol terjadi karena kualitas pembimbing yang relatif tinggi, dedikasi PT terhadap dunia ilmiah dan hak atas kekayaan intelektual (HAKI), pengembangan evaluasi berkelanjutan terhadap tulisan (dalam bentuk lokakarya, konferensi, seminar) serta adanya sanksi jelas terhadap plagiaris. Satu contoh dapat dikemukakan. Beberapa PT terkemuka di Indonesia membatalkan gelar Doktor terhadap alumninya, karena bukti-bukti menunjukkan bahwa alumni itu plagiaris.
Kita bisa membandingkan lebih lanjut kasus plagiarisme di Indonesia dengan kasus di luar negeri. Pada sebagian besar PT di Amerika Serikat dan Kanada, walaupun aturan (format) penulisan tulisan ilmiah relatif bebas, sanksi terhadap plagiaris sangat keras. Karena plagiarisme adalah perbuatan tercela atau melanggar moral keilmiahan, plagiarisnya berpeluang besar untuk dikeluarkan dari PT.
Selain dipicu oleh faktor-faktor yang disebutkan terdahulu, plagiarisme juga disebabkan oleh dua faktor lain. Pertama, mahasiswa malas dan mencari cara mudah untuk menghasilkan tulisan. Mereka tidak mau bersusah payah mencari sumber informasi, baik yang berupa buku teks, jurnal, atau terbitan berkala lainnya. Hal ini diperparah dengan koleksi pustaka yang serba terbatas, lokasi perpustakaan yang relatif jauh, dan akses yang relatif sulit ke perpustakaan. Oleh sebab itu, bukan rahasia bahwa mahasiswa mengambil jalan pintas. Mereka tinggal duduk ongkang-ongkang karena telah mengupahkan penelitian dan pembuatan tulisannya (skripsi, laporan).
Kedua, mahasiswa tidak menguasai teknik pengacuan/pengutipan pustaka atau perujukan terhadap karya orang lain, sebagaimana yang berlaku di PT atau lembaga ilmiah. Sepanjang tidak disengaja, penyebab kedua ini masih bisa ditoleransi. Toleransi biasanya berupa perbaikan tulisan dan perbaikan ini harus diselesaikan dalam jangka waktu tertentu. Namun, apabila disengaja, ceritanya menjadi lain.
 Kesalahan Berbahasa
Kesalahan berbahasa sudah dianggap biasa. Kesalahan berbahasa tidak hanya dilakukan oleh mahasiswa S1, tetapi juga oleh mahasiswa S2 dan S3. Apakah tindakan ini disengaja atau tidak, kenyataan ini terjadi dan bisa diamati pada banyak tulisan mahasiswa.
Ambil saja empat contoh kesalahan berbahasa yang kebetulan penulis temukan pada tulisan mahasiswa S2 dan S3. (Catatan: penulis memodifikasi penamaan).
  1. Larutan dicampur dengan minyak kelapa. Kelapa yang dipergunakan sebaiknya kelapa sawit. Setelah dihomogenkan, lalu dicampurkan dengan hormon A.
  2. Dari pengukuran itu, dapat diketahui jumlah oksigen, dimana jumlahnya semakin meningkat dari waktu ke waktu.
  3. Hormon A menyebabkan kematangan gonad lebih cepat. Sedangkan, hormon B memperlambat kematangan gonad.
  4. Lemak harus dipisahkan dari larutan tersebut dengan metode tertentu. Sehingga, akan dihasilkan larutan nutrisi bebas lemak.
Contoh pertama menunjukkan ketidakjelasan subyek kalimat. Kalimat pertama membincangkan pencampuran larutan dengan minyak kelapa. Namun, kalimat ketiga tidak jelas; yang dicampurkan dengan hormon A  itu larutan, minyak kelapa ataukah kelapa?
Contoh kedua, kata dimana dipergunakan sebagai penjelas kata atau kelompok kata yang disebutkan sebelumnya. Penggunaan kata ini dianalogikan dari penggunaan kata where di dalam Bahasa Inggris. Aturan bahasa ini memang membolehkan penggunaan where untuk menjelaskan tempat. Bahasa ini masih memiliki kata lain yang berkonotasi penjelas, yaitu that atau which.
Bahasa Inggris tentu berbeda dengan Bahasa Indonesia. Dalam bahasa kita ini, kata dimana tidak bisa dipergunakan sebagai pengganti kata yang.  Dimana hanya dipergunakan dalam kalimat tanya atau dalam kalimat yang di dalamnya mengandung konotasi tanya. Misalnya, “Dimana dia tinggal?” atau “Saya tidak mengetahui dimana dia tinggal”.
Pada contoh ketiga dan keempat, kata sehingga dan sedangkan dipergunakan sebagai awal sebuah kalimat. Kedua kata seharusnya dipergunakan dalam kalimat majemuk, kalimat yang mengandung hubungan (sebab akibat, perlawanan, kesetaraan) antara anak kalimat satu dengan anak kalimat lainnya. Dengan kalimat lain, kedua kata itu tidak boleh dipergunakan sebagai awal kalimat.
Masih banyak contoh yang dapat dikemukakan, tetapi dari keempat contoh tersebut diidentifikasi tiga faktor penyebab kesalahan berbahasa. Pertama, mahasiswa terpengaruh bahasa asing, terutama Bahasa Inggris. Kedua, mahasiswa tidak menerapkan atau tidak menguasai Bahasa Indonesia dengan baik dan benar. Mahasiswa tidak menguasai teknik penyusunan kalimat, penggunaan tanda baca, serta penggunaan kata bantu yang mencerminkan hubungan (kesetaraan, penalaran, perlawanan) antara dua anak kalimat. Ketiga, mahasiswa menerapkan ragam bahasa lisan di dalam ragam bahasa tulisan baku.
Sepintas lalu dampak kesalahan berbahasa tidak tampak. Mahasiswa pun menganggap pembaca bisa memahami gagasan yang ditulisnya. Namun, apakah mahasiswa menyadari bahwa kesalahan berbahasa dapat menimbulkan kesalahan tafsir terhadap tulisannya? Apakah mahasiswa menyadari bahwa kesalahan berbahasa menimbulkan keraguan orang atas penelitiannya? Apakah mahasiswa menyadari bahwa kesalahan berbahasa dapat menurunkan kualitas ilmiah tulisannya?
 Penanggulangannya
Sebagai masyarakat intelektual idealis, tentunya kita tidak menginginkan plagiarisme dan kesalahan berbahasa semakin mendarah daging. Kita ingin membangun masyarakat ilmiah sejati yang menjaga dan menghargai karya orang lain serta masyarakat ilmiah yang kreatif. Kita tidak ingin terus menerus dicap sebagai masyarakat pembajak; selama ini bangsa kita dikenal sebagai pembajak HAKI (seperti kaset lagu, film).
Empat cara bisa dikembangkan untuk menanggulangi plagiarisme dan kesalahan berbahasa. Cara pertama adalah pemberlakuan secara jelas dan tegas aturan dan sanksi terhadap plagiarisme pada setiap jenjang pendidikan, terutama PT. Kerjasama antara PT, lembaga percetakan, dan lembaga penerbit tulisan (jurnal ilmiah, terbitan berkala) perlu digalang. Plagiaris harus dikenai sanksi hukum dan PT yang meloloskan plagiaris harus dinilai rendah.
Kedua, mata pelajaran mengarang perlu digalakkan lagi mulai jenjang pendidikan SD hingga SMU/SMK. Penilaian khusus perlu diberikan kepada siswa yang pandai mengarang atau berbakat dalam bidang tertentu, karena mengarang dapat dipergunakan untuk mengembangkan daya imajinasi dan daya nalar siswa. Pada saat ini mata pelajaran mengarang tidak (wajib) diajarkan. Penilaian akademik pun mengesampingkan bakat-bakat tertentu pada siswa.
Ketiga, pengajaran Bahasa Indonesia di PT seharusnya tidak hanya membahas aspek kebahasaan saja, tetapi juga penggunaannya dalam tulisan ilmiah. Dalam pengertian ini, penggunaan kata dan penyusunan kalimat untuk menggambarkan hubungan anak kalimat satu dengan anak kalimat lainnya, pembuatan dan makna paragraf, serta pembuatan dan makna kalimat topik dibahas mendalam.
Keempat, kedudukan Bahasa Indonesia harus disetarakan atau lebih tinggi dari bahasa asing, terutama Bahasa Inggris. Kecenderungan yang terjadi selama ini sangat tidak menguntungkan bagi perkembangan Bahasa Indonesia. Pada setiap penerimaan mahasiswa (S2, S3) baru, nilai TOEFL (Test of English as a Foreign Language) dijadikan salah satu syarat yang sering berlebihan. Apabila nilai ini tidak memenuhi syarat, mahasiswa diharuskan mengikuti kuliah Bahasa Inggris. Untuk lulus, mahasiswa dibebani tugas yang menyita waktu relatif banyak. Di sisi lain, Bahasa Indonesia dianaktirikan, padahal tulisan ilmiah mahasiswa mempergunakan bahasa ini.
Alasan bahwa bahasa asing (terutama Bahasa Inggris) diwajibkan karena mahasiswa harus belajar dari buku-buku teks berbahasa asing merupakan alasan yang dicari-cari. Kita seharusnya mencontoh Jepang dan Korea. Dengan budayanya sendiri, kedua negara ini tetap maju. Keduanya berusaha menerjemahkan informasi berbahasa asing ke dalam bahasanya, sehingga informasi tersosialisasi dengan mudah di kalangan masyarakat awam. Kita bisa juga meniru Kanada. Untuk tidak mendiskriminasi warga pengguna Bahasa Perancis (Francophone) dan Bahasa Ingris (Anglophone), negara ini menggunakan dua bahasa secara bersama-sama pada setiap daftar isian (formulir).

Sumber :
http://www.dikti.go.id/?p=8281&lang=id 
Prof. Dr. Mochamad Arief Soendjoto, M.Sc.
Dosen Fakultas Kehutanan, Universitas Lambung Mangkurat
http://id.wikipedia.org/wiki/Plagiarisme
Category: 0 comments

A.1. #PTI SYARAT DAN ETIKA DALAM MELAKUKAN PUBLIKASI ONLINE

Publikasi berarti penyiaran,pengumuman,memberitahukan,penerbitan, pengumuman. Sedangkan Online berarti tersambung koneksi dengan internet yang disambungkan oleh provider tertentu. Jadi bisa dikatakan Publikasi Online berarti suatu informasi atau pesan pengumuman dalam online atau diterbitkan atau diumumkan dalam dunia internet melalui media elektronik maupu komputer.

Pada versi FAU beberpa etika yang dikemukakan adalah sebagai berikut :
  • Internet tidak digunakan sebagai sarana kejahatan bagi orang lain, artinya pemanfaatan internet semestinya tidak untuk merugikan orang lain baik secara materiil maupun moril.
  • Internet tidak digunakan sebagai sarana mengganggu kinerja orang lain yang bekerja menggunakan komputer. Contoh riil adalah penyebaran virus melalui internet
  • Internet tidak digunakan sebagai sarana menyerobot atau mencuri file orang lain
  • Internet tidak digunakan untuk mencuri, contoh pengacakan kartu kredit dan pembobolan kartu kredit.
  • Internet tidak digunakan sebagai sarana kesaksian palsu
  • Internet tidak digunakan untuk mengcopy software tannpa adanya pembayaran
  • Internet tidak digunakan sebagai sarana mengambil sumber – sumber penting tanpa adanya ijin atau mengikuti aturan yang berlaku.
  • Internet tidak digunakan untuk mengakui hak intelektual orang lain
  • Bertanggung jawab terhadap isis pesan yang disampaikan Menggunakan internet untuk keperluan berarti serta saling menghormati antar pengguna internet (www.fau.edu/netiquette). 10 etika ini disebut sebagai “the ten commandements for computer ethics” atau sepuluh perintah etika menggunakan komputer. Versi lain yang juga menjadi rujukan etika komunikasi virtual adalah netiket yang disampaikan oleh Virgina Shea. Isi etika tersebut terdiri dari 10 pedoman pula yaitu :
  • Lawan bicara dalam internet adalah manusia, sehingga penempatan diri secara empati perlu dilakukan dalam komunikasi virtual.
  • Gunakan standard perilaku yang sama dalam kehidupan dan komunikasi alam nyata
  • Mampu menempatakan diri dalam dunia maya dengan cara mengenali dahulu anggota komunitas yang online pada jalur tersebut
  • Menghormati secara sesama user juga penggunaan bandwith yang tersedia
  • Berkepribadian yang enak dan harmonis dalam penyusunan kata pesan yang dipampangkan agar lebih memudahkan dalam pemaknaan pesan
  • Membagi semua pengalaman yang ada
  • Mengatasi emosi yang terjadi dalam komunikasi virtual

Sumber :
http://richard-lie.blogspot.com/2012/11/publikasi-online.html
http://acherryz.blogspot.com/2012/11/final-softskill-psikologi-teknologi.html
Category: 0 comments
Transparent Sexy Pink Heart