Prestasi &
Belajar
Prestasi belajar
merupaka hasil belajar yang dicapai oleh siswa setelah menjalani serangkaian
proses pembelajaran. Hasil belajar tersebut dapat digambarkan secara kuantitas
dan kualitas. Secara kuantitas dinyatakan dengan angka antara 0 sampai 100. Sedangkan
secara kualitas digambarkan dengan kategori sangat baik, baik, sedang dan
kurang. Hasil belajar siswa dikatakan baik apabila telah mencapai syarat
kriteria ketuntasan minimal (KKM). Sedangkan secara kualitas dikatakan baik
apabila sudah mencapai kategori minimal, baik. Pola ini nerlaku universal untuk
lembaga sekolah.
Slameto
(2003: 2) dalam bukunya Belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhinya bahwa
belajar
ialah suatu usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah
laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam
interaksi dengan lingkungannya.
Menurut Abu Ahmadi dan Widodo Supriyono (1990: 130) prestasi belajar
merupakan hasil interaksi antara berbagai faktor yang mempengaruhinya baik dari
dalam diri (faktor internal) maupun dari luar (faktor eksternal) individu. Berdasarkan
beberapa batasan diatas, prestasi belajar dapat diartikan sebagai kecakapan
nyata yang dapat diukur yang berupa pengetahuan, sikap dan keterampilan sebagai
interaksi aktif antara subyek belajar dengan obyek belajar selama
berlangsungnya proses belajar mengajar untuk mencapai hasil belajar.
Faktor-faktor
Slameto (2003:
54) pada garis besarnya meliputi faktor intern dan faktor ekstern yaitu:
1). Faktor
intern
Dalam faktor
ini dibahas 2 faktor yaitu:
a)Faktor
jasmaniah mencakup: (1)Faktor
kesehatan
(2)Cacat tubuh
b)Faktor
psikologis mencakup: (1)Intelegensi
(2)Perhatian
(3)Minat
(4)Bakat
(5)Motivasi
(6)Kematangan
(7)Kesiapan
c)Faktor
kelelahan
2).Faktor
ekstern
Faktor ini
dibagi menjadi 3 faktor, yaitu:
a)Faktor
keluarga mencakup: (1)cara
orang tua mendidik
(2)relasi antar anggota keluarga
(3)suasana rumah
Kedua faktor tersebut saling
memengaruhi dalam proses individu sehingga menentukan kualitas hasil belajar.
Tugas utama seorang Guru adalah membelajarkan siswanya. Ini berarti bahwa bila
Guru bertindak mengajar, maka diharapkan siswa mampu belajar. Hal-hal seperti
berikut, diantaranya Guru telah mengajar dengan baik, ada siswa yang belajar
dengan giat, siswa yang berpura-pura belajar, siswa yang belajar dengan
setengah hati, bahkan adapula siswa yang sesungguhnya tidak belajar. Maka dari
itu, sebagai Guru yang professional harus berusaha mendorong siswa agar belajar
dengan baik.
Penunjang?
Terlepas dari bagaimana cara
pandang seorang guru dan seorang siswa yang masing-masing menjalankan
kewajibannya, lantas apa yang dapat menunjang keberhasilan dalam proses belajar
untuk
mencapai prestasi akademik yang diharapkan?
Kita semua tahu betul seiring dengan perkembangan zaman dan meningkatnya
kebutuhan informasi, perkembangan teknologi di era
globalisasi yang modern ini sudah melesat tinggi. Entah siapapun, dan dimanapun
mereka dapat meng-akses media teknologi yang sudah canggih dan beragam tersedia.
Salah satu medianya adalah media internet yang dapat membantu masyarakat khususnya
para pengajar dan siswa mempelajari ataupun mengetahui informasi seputar kebudayaan,
teknologi, dan lain-lain yang dapat menunjang proses keberlangsungan
belajar. Dari beberapa pendapat diatas maka diambil salah satu bentuk layanan dalam
internet yang dikemukakan Budi Oetomo dalam bukunya yang berjudul
e-Education (2002:54), sebagai dasar layanan internet yang dapat digunakan
antara lain (pada gambar) :
Internet
dapat dikatakan sebagai perpustakaan maya (virtual library) yang mengandung
jutaan informasi tentang berbagai hal salah satunya termasuk data dan informasi
tentang pendidikan. Internet dapat dijadikan sebagai salah satu media belajar
alternatif bagi kalangan akademis setelah perpustakaan konvensional di lembaga pendidikan
tinggi.
Penggunaannya
sebagai media belajar juga bisa dilakukan dengan browsing dan mendiskusikan
topik-topik tertentu dan menyampaikan bahan-bahan intruksional dalam proses
belajar mengajar berupa jaringan komputer yang saling terkoneksi dengan
jaringan lainnya keseluruh dunia melalui mailing list, newsgroup dan fasilitas
internet lainnya. Selain itu Kenji Kitao mengungkapkan penggunaan internet
sebagai media belajar memiliki fungsi alat komunikasi, akses informasi,
pendidikan dan pembelajaran (Munir,2009:97).
Internet
telah menjadi ajang eksplorasi oleh para ahli, khususnya di bidang pendidikan
yang telah menciptakan beberapa peluang. Sejak internet difungsikan sebagai
sarana pendidikan pada tahun 1990-an, maka pendidikan semakin berkembang dan
seakan tidak pernah berhenti. Melalui internet Perguruan Tinggi (PT) membuka
berbagai kelas di beberapa lokasi. Hal ini dikarenakan mahasiswa dari berbagai belahan
dunia dapat langsung mengakses situs Webnya dan
dapat mengikuti pendidikan hanya dari computer yang berada di depannya.
0 comments:
Post a Comment