◦♡◦TUGAS IBD II (Tugas Kelompok ) ◦♡◦



 

 “Harapan adalah sarapan yang baik, Tetapi makan malam yang buruk.”
– Francis Bacon

            Secara harfiah Harapan berasal dari kata harap yaitu keinginan supaya sesuatu terjadi atau sesuatu terjadi karna suatu yang belum terwujud. Harapan merupakan bentuk dasar dari kepercayaan akan sesuatu yang diinginkan akan didapatkan atau suatu kejadian akan berbuah kebaikan di waktu yang akan datang. Sebagai manusia adalah mutlak hidup menyingkron dengan harapan.  Kita harus hidup dengan harapan, tetapi kita tidak bisa hidup menggantung semata pada harapan.  Adalah baik untuk berharap yang terbaik.  Tetapi hal itu tidak cukup.  Kita tidak bisa hanya berharap – kita harus bertindak.

            Sangat menyedihkan, bahwa banyak hal digantung berlebihan pada harapan – demi perbaikan nasib.  Berharap yang terbaik belum menghasilkan apa-apa.  Bekerja dan bertindak – disertai dengan harapan di dalam hati – adalah hal yang membawa hasil.  Kombinasi yang sempurna.  Harapan tidak akan mengecewakan – selama hal itu disertai dengan tindakan dan komitmen. Harapan tidak bisa mengganti tindakan.  Kerjakan apa yang harus dikerjakan – ada atau tidak ada harapan.  Harapkan yang terbaik dan kerjakan apa saja yang memungkinkan harapan itu terwujud. Mulai hari baru anda dengan harapan, dan sambung dengan kerja dan karya.  Biarkan harapan menginspirasikan anda, ketimbang membuai anda.  Harapkan yang terbaik, dan bayar setiap ongkosnya.  Harapan bergantung pada ANDA.

            Serta terdapat pandangan dari seorang ahli, Maslow. Menurutnya, sesuai dengan kodrat dan dorongan kebutuhan hidup itu maka manusia memiliki harapan. Berdasrkan definisinya di atas, sesuai dengan kodratnya harapan manusia atau kebutuhan manusia itu adalah:
1. kelangsungan hidup
2. keamanan
3. hak dan kewajiban mencintai dan dicintai
4. diakui lingkungan
5. perwujudan cita-cita



            Dalam firmanNya Allah swt juga menjelaskan bahwa, menciptakan alam semesta (termasuk manusia) tidaklah dengan palsu dan sia-sia (QS. As-Shod ayat 27). Segala ciptaan-Nya mengandung maksud dan manfaat. Oleh karena itu, sebagai makhluk yang paling mulia, sekaligus sebagai khalifah di muka bumi, manusia harus menyadari terhadap tujuan hidupnya. Dalam konteks ini, al-Qur’an menjelaskan, bahwa manusia memiliki tujuan hidup. Dalam konteks harapan pada umumnya berbentuk abstrak, tidak tampak, sekedar keinginan/hasrat yang dijadikan sugesti agar terwujud. Serta cita-cita juga merupakan keinginan/hasrat sebuah impian benar-benar harus dicapai setinggi-tingginya dengan semangat dan perjuangan yang telah dipuncak klimaksnya. Harapan dan cita-cita akan membuat kita berjuang untuk mewujudkannya. Harapan menjadikan hidup penuh gairah dan semangat, sebagian orang bahkan menganggap cita-cita adalah pembeda antara orang hidup dan orang mati. Manusia tanpa cita-cita sama artinya dengan mayat berjalan. Maka tujuan hidup itu merupakan dasar dari sebuah satu kesatuan harapan dan cita-cita.

            Harapan lebih condong ke perasaan, bukan sesuatu . Sesuatu yang kamu inginkan terjadi tapi kadang tidak kamu dapatkan . Sesuatu yang kamu perjuangkan tapi tidak selamanya layak kamu miliki. Sesuatu yang indah untuk kamu bawa ke dalam khayalan dan kamu harus mencubit dirimu sendiri untuk bisa bangun menghadapi kenyataan dan yang terakhir sesuatu yang mendasari untuk mewujudkan mimpi.

            Kita tahu bahwa harapan adalah sesuatu yang perlu kita capai meskipun tidak terlalu di utamakan (tidak terlalu muluk), namun pada hakekatnya Setiap manusia mempunyai harapan. Harapan yang didasarkan dengan kepercayaan atau keyakinan. definisi atau pengertian kepercayaan menurut pendapat para ahli atau pakar, antara lain : (1) Das dan Teng (1998) memberikan definisi ataupengertian kepercayaan (trust) sebagai derajat di mana seseorang yang percaya menaruh sikap positif terhadap keinginan baik dan keandalan orang lain yang dipercayanya di dalam situasi yang berubah ubah dan beresiko. (2) Rousseau et al, (1998) memberikan definisi atau pengertian kepercayaan sebagai bagian psikologis yang terdiri dari keadaan pasrah untuk menerima kekurangan berdasarkan harapan positif dari niat atau perilaku orang lain. (3) Mayer (1995) memberikab definisi kepercayaan dalam definisi yang lain dinyatakan sebagai keinginan suatu pihak untuk menjadi pasrah/menerima tindakan dari pihak lain berdasarkan pengharapan bahwa pihak lain tersebut akan melakukan sesuatu tindakan tertentu yang penting bagi pihak yang memberikan kepercayaan, terhadap kemampuan memonitor atau mengendalikan pihak lain. (4) Doney et.al. (1998) memberikan definisi atau pengertian kepercayan sebagai sesuatu yang diharapkan dari kejujuran dan perilaku kooperif yang berdasarkan saling berbagi norma-norma dan nilai yang sama .
            Manusia yang tanpa harapan berarti manusia itu mati dalam hidup. Begitu juga dengan cita – cita, setiap manusia pasti memiliki cita – cita sejak ia kecil, cita – cita merupakan sebuah harapan dimasa depan (belum terwujud).
            Perlu kita ketahui bahwasannya manusia itu terlahir sebagai makhluk sosial, maka manusia tidak dapat yang namanya hidup sendiri, perlu interksi sosial dan saling membutuhkan satu sama lain.
Semuanya adalah perwujud-an suatu cita – cita manusia, dimana semua itu adalah sebuah harapan manusia didunia ini.




Sumber:

http://lifestyle.kompasiana.com/catatan/2012/04/06/manusia-dan-harapan/
http://ocw.gunadarma.ac.id/course/psychology/study-program-of-psychology-s1/ilmu-budaya-dasar.
ocw.gunadarma.ac.id

Category: 1 comments

1 comments:

Unknown said...

maksih recommendnya yaa

Post a Comment

Transparent Sexy Pink Heart