“Harapan adalah sarapan
yang baik, Tetapi makan malam yang buruk.”
– Francis Bacon
Secara harfiah Harapan berasal dari
kata harap yaitu keinginan supaya sesuatu terjadi atau sesuatu terjadi karna
suatu yang belum terwujud. Harapan merupakan
bentuk dasar dari kepercayaan akan sesuatu yang diinginkan akan didapatkan atau
suatu kejadian akan berbuah kebaikan di waktu yang akan datang. Sebagai manusia
adalah mutlak hidup menyingkron
dengan harapan. Kita harus hidup
dengan harapan, tetapi kita tidak bisa hidup menggantung semata pada
harapan. Adalah baik untuk berharap yang terbaik. Tetapi hal itu
tidak cukup. Kita tidak bisa hanya berharap – kita harus bertindak.
Sangat menyedihkan, bahwa banyak hal
digantung berlebihan pada harapan – demi perbaikan nasib. Berharap yang
terbaik belum menghasilkan apa-apa. Bekerja dan bertindak – disertai
dengan harapan di dalam hati – adalah hal yang membawa hasil. Kombinasi
yang sempurna. Harapan tidak akan mengecewakan – selama hal itu disertai
dengan tindakan dan komitmen. Harapan tidak bisa mengganti tindakan.
Kerjakan apa yang harus dikerjakan – ada atau tidak ada harapan. Harapkan
yang terbaik dan kerjakan apa saja yang memungkinkan harapan itu terwujud. Mulai
hari baru anda dengan harapan, dan sambung dengan kerja dan karya.
Biarkan harapan menginspirasikan anda, ketimbang membuai anda. Harapkan
yang terbaik, dan bayar setiap ongkosnya. Harapan bergantung pada ANDA.
Serta
terdapat pandangan dari seorang ahli, Maslow. Menurutnya, sesuai dengan kodrat
dan dorongan kebutuhan hidup itu maka manusia memiliki harapan. Berdasrkan
definisinya di atas, sesuai dengan kodratnya harapan manusia atau kebutuhan
manusia itu adalah:
1. kelangsungan hidup
2. keamanan
3. hak dan kewajiban mencintai dan dicintai
4. diakui lingkungan
5. perwujudan cita-cita
Dalam firmanNya Allah swt juga
menjelaskan bahwa, menciptakan alam semesta (termasuk manusia) tidaklah dengan
palsu dan sia-sia (QS. As-Shod ayat 27). Segala ciptaan-Nya mengandung maksud
dan manfaat. Oleh karena itu, sebagai makhluk yang paling mulia, sekaligus
sebagai khalifah di muka bumi, manusia harus menyadari terhadap tujuan
hidupnya. Dalam konteks ini, al-Qur’an menjelaskan, bahwa manusia memiliki
tujuan hidup. Dalam konteks harapan pada umumnya berbentuk abstrak, tidak
tampak, sekedar keinginan/hasrat yang dijadikan sugesti agar terwujud. Serta
cita-cita juga merupakan keinginan/hasrat sebuah impian benar-benar harus
dicapai setinggi-tingginya dengan semangat dan perjuangan yang telah dipuncak
klimaksnya. Harapan dan cita-cita akan membuat kita berjuang untuk
mewujudkannya. Harapan menjadikan hidup penuh gairah dan semangat, sebagian
orang bahkan menganggap cita-cita adalah pembeda antara orang hidup dan orang
mati. Manusia tanpa cita-cita sama artinya dengan mayat berjalan. Maka tujuan
hidup itu merupakan dasar dari sebuah satu kesatuan harapan dan cita-cita.
Harapan lebih condong ke perasaan,
bukan sesuatu . Sesuatu yang kamu inginkan terjadi tapi kadang tidak kamu
dapatkan . Sesuatu yang kamu perjuangkan tapi tidak selamanya layak kamu
miliki. Sesuatu yang indah untuk kamu bawa ke dalam khayalan dan kamu harus
mencubit dirimu sendiri untuk bisa bangun menghadapi kenyataan dan yang
terakhir sesuatu yang mendasari untuk mewujudkan mimpi.
Kita tahu
bahwa harapan adalah sesuatu yang perlu kita capai meskipun tidak terlalu di
utamakan (tidak terlalu muluk), namun pada hakekatnya Setiap manusia mempunyai
harapan. Harapan yang didasarkan dengan kepercayaan atau keyakinan. definisi
atau pengertian kepercayaan menurut pendapat para ahli atau pakar, antara lain
: (1) Das dan Teng (1998) memberikan definisi ataupengertian kepercayaan
(trust) sebagai derajat di mana seseorang yang percaya menaruh sikap positif
terhadap keinginan baik dan keandalan orang lain yang dipercayanya di dalam
situasi yang berubah ubah dan beresiko. (2) Rousseau et al, (1998) memberikan
definisi atau pengertian kepercayaan sebagai bagian psikologis yang terdiri
dari keadaan pasrah untuk menerima kekurangan berdasarkan harapan positif dari
niat atau perilaku orang lain. (3) Mayer (1995) memberikab definisi kepercayaan
dalam definisi yang lain dinyatakan sebagai keinginan suatu pihak untuk menjadi
pasrah/menerima tindakan dari pihak lain berdasarkan pengharapan bahwa pihak
lain tersebut akan melakukan sesuatu tindakan tertentu yang penting bagi pihak
yang memberikan kepercayaan, terhadap kemampuan memonitor atau mengendalikan
pihak lain. (4) Doney et.al. (1998) memberikan definisi atau pengertian kepercayan
sebagai sesuatu yang diharapkan dari kejujuran dan perilaku kooperif yang
berdasarkan saling berbagi norma-norma dan nilai yang sama .
Manusia
yang tanpa harapan berarti manusia itu mati dalam hidup. Begitu juga dengan
cita – cita, setiap manusia pasti memiliki cita – cita sejak ia kecil, cita –
cita merupakan sebuah harapan dimasa depan (belum terwujud).
Perlu kita ketahui bahwasannya
manusia itu terlahir sebagai makhluk sosial, maka manusia tidak dapat yang
namanya hidup sendiri, perlu interksi sosial dan saling membutuhkan satu sama
lain.
Semuanya
adalah perwujud-an suatu cita – cita manusia, dimana semua itu adalah sebuah
harapan manusia didunia ini.
Sumber:
http://lifestyle.kompasiana.com/catatan/2012/04/06/manusia-dan-harapan/
http://ocw.gunadarma.ac.id/course/psychology/study-program-of-psychology-s1/ilmu-budaya-dasar.
ocw.gunadarma.ac.id
1 comments:
maksih recommendnya yaa
Post a Comment