Psikoterapi. Tugas 2

Perbedaan Psikoterapi dan Konseling

- Menurut Trotzer dan Trotzer (dalam Kertamuda, 2010), menjelaskan bahwa psikoterapi seringkali melakukan hubungan (relasi) untuk jangka waktu yang panjang (misalnya 20 sampai 40 sesi selama lebih dari 6 bulan hingga 2 tahun) dan juga terfokus pada perubahan perilaku. Sedangkan konseling lebih pada tujuan jangka pendek, yaitu antara 8-12 sesi yang terbagi ke dalam beberapa bulan dan terfokus kepada menemukan jalan keluar dari masalah.

- Menurut Leona Tylor (dalam Kertamuda, 2010), Konseling lebih menekankan pada menolong individu untuk menggunakan potensinya semaksimal mungkin agar dapat menyelesaikan diri dengan lingkungannya. Sedangkan psikoterapi biasanya dihunakan untuk pembenahan (reconstruktive) karena ada perubahan di dalam struktur kepribadian.

- Menurut Vance & Volksky (dalam Kertamuda, 2010), mengemukakan bahwa konseling diperuntukan bagi individu yang normal, masalahnya mengenai perkembangan yang alami. Sedangkan psikoterapi lebih kepada individu yang mengalami deviasi (tidak normal atau penyimpangan psikis).

Perbandingan antara konseling dan psikoterapi menurut Thomson, et.al., (dalam Komalasari, dkk. 2011) :

Konseling
1. Konseli atau klien
2.  Masalah yang ringan
3. Masalah pribadi, sosial, pekerjaan, pendidikan, dan pengambilan keputusan
4.   Bersifat mencegah dan memberi perhatian pada perkembangan
5. Pada setting pendidikan dan perkembangan
6. Berada pada area kesadaran (conscious)
7. Menggunakan metode pengajaran

Psikoterapi
1. Pasien
2. Gangguan yang serius
3. Gangguan kepribadian
4. Bersifat remedial
5.  Pada setting klinis dan medis
6. Berada pada area ketidaksadaran (unconcious)
7. Menggunakan metode penyembuhan

Kemudian, dikutip uraian dari Brammer & Shostrom (1977) mengemukakan bahwa :
1.Konseling ditandai dengan adanya terminologi seperti : “educational. Vocational, supportive, situational, psoblem solving, conscious, awerness, normal, present-tome, dan short-time”
2. Sedangkan psikoterapi ditandai oleh: “ supportive, roconstructive, depth emphasis, analytical, focus on the past, neurotics and other severe wmotional problems and long term”



 Bentuk – Bentuk Utama Terapi

Berdasarkan tujuan yang ingin dicapai, psikoterapi dibedakan atas (dalam Elvira, 2007), yaitu :
1. Psikoterapi Suportif :  Bertujuan untuk mendukung fungsi-fungsi ego, atau memperkuat mekanisme defensi yang ada, memperluas mekanisme pengendalian yang dimiliki dengan yang baru dan lebih baik, perbaikan ke suatu keadaan keseimbangan yang lebih adaptif. Pendekatannya dengan cara bimbingan, reassurance, katarsis emosional, hipnosis, desensitisasi, eksternalisasi minat, manipulasi lingkungan dan terapi kelompok.

2. Psikoterapi Reedukatif : Bertujuan untuk mengubah pola perilaku dengan meniadakan kebiasaan tertentu dan membentuk kebiasaan yang lebih menguntungkan. Pendekatan dengan cara terapi perilaku, terapi kelompok. terapi keluarga, psikodarma, dll.

3. Psikoterapi Rekonstruktif : Bertujuan untuk dicapainya insight akan konflik-konflik nirsadar, dengan usaha untuk mencapau perubahan luas struktur kepribadian seseorang. Pendekatan dengan cara psikoanalisis klasik dan Neo-Freudian (Adler, Jung, Sullivan, Horney, Fromm, dll.), psikoterapi berorientasi psikoanalitik atau dinamik.



Referensi:

Kertamuda, F. (2010). Konseling: Teori dan KeterampilanDasar. Jakarta: Universitas Paramadina

Komalasari, Wahyuni & Karsih. (2011). Teori dan Teknik Konseling. Jakarta: PT. INDEKS

Lubis, D. B. & Elvira, S. D. (2005). Penuntun Wawancara Psikodinamik dan Psikoterapi. Balai Penerbit FKUI

https://books.google.co.id/books?id=-vjvjGDxJi4C&pg=PA85&lpg=PA85&ots=nycqOe0_1l&focus=viewport&dq=perbedaan+psikoterapi+dan+konseling&output=html_text


Category: 0 comments

0 comments:

Post a Comment

Transparent Sexy Pink Heart